Utang Biaya Pendidikan Tak Membuat Intan Melepas Kerudungnya

Senang dan sedih campur jadi satu di hati Intan Dewi Rahayu (18 tahun). Senang lantaran dirinya sudah lulus SMK Alfalah Mampang Prapatan Jakarta Selatan. Sedihnya lantaran dirinya belum juga mendapatkan pekerjaan untuk membantu orang tua membayar semua utang biaya pendidikan selama dirinya duduk di bangku kelas 3.

(Intan Dewi Rahayu)

Sejak mendapatkan ijazah beberapa bulan lalu, Intan sudah beberapa kali melamar pekerjaan, dan Alhamdulillah ada perusahaan yang menerimanya yakni restoran “Jepang”. Intan menolaknya karena perusahaan tersebut menetapkan aturan bahwa setiap karyawan tidak diperkenankan memakai kerudung.

Ketika salah seorang Tim Indonesia Belajar (IB) Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) bertanya mengapa tidak diterima saja pekerjaan tersebut, dengan mantap Intan menjawab. “Tidak bisa Mas, sayang banget, aku bisa memakai kerudung seperti sekarang ini juga butuh perjuangan, dulu aku susah banget untuk memulai kerudungan,” tegasnya saat wawancara di rumahnya di kawasan Mampang Prapatan Jakarta Selatan.

Mendukung prinsip anaknya, sang ibu yang duduk di samping Intan pun menimpali. “Saya juga mendukung Intan Mas bertahan dengan kerudungnya, enggak masalah enggak dapat kerja yang penting kita taat sama Allah, insya Allah akan kasih jalan,” ungkap Mariyah (44 tahun).

(Intan bersama Ibunya)

Sejak duduk di bangku SMK, Intan sebenarnya bercita-cita untuk kuliah jurusan kependidikan fisika sehingga bisa menjadi guru fisika. Namun menyadari karena ekonomi keluarga yang kritis begitu tamat sekolah ia pun ke sana kemari mencari kerja.

“Aku kasihan sama ibu, jadi aku gantikan kerja ibu di rumah biar enggak tambah beban. Ibu pergi gosok dan cuci. Selepas shalat Maghrib, aku ikut kerohanian remaja di masjid,” beber Intan.

Ibunya pun menimpali. “Saya juga maunya Intan bisa kuliah, agar bisa bantu orang tua terlebih lagi adiknya. Intan harapan besar untuk keluarga. Kedua kakaknya sudah berumah tangga dan mereka juga hidup pas-pasan,” ujar Mariyah.

Yang paling mendesak bagi keluarga Intan saat ini adalah menutupi semua utang biaya sekolah selama Intan duduk di bangku kelas 3. Sayangnya, utang tersebut belum juga dapat dicicil lantaran sang ayah, Hasanuddin (51 tahun), hanyalah seorang penarik ojek pangkalan yang penghasilannya rata-rata Rp50 ribu per hari. Apalagi ayahnya saat ini sering mengeluh kesakitan pada kakinya lantaran kecelakaan beberapa bulan silam. Sementara itu, pekerjaan sang ibu yaitu cuci gosok dengan penghasilan di bawah sang ayah.

Untuk mengurangi beban warga Mampang Prapatan, Tegal Parang, Jakarta Selatan, tersebut, BWA mengajak kaum Muslimin berdonasi melalui program Indonesia Belajar (IB). Sehingga utang biaya pendidikan Intan terlunasi dan semoga kita semua mendapatkan pahal berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

 

Donasi yang Diperlukan:

Utang Pendidikan                                :Rp.8.500.000

 

Surveyor:

Edi Humaedi

 

Para Donatur