Setamat Kuliah dan Belajar Bahasa Arab, Buya Siap Mengabdi di Ponpes Almamaternya

(Fahmi Buya Dahlan)

(Fahmi Buya Dahlan)

Sejak MI hingga MA, Fahmi Buya Dahlan (20 tahun) mendalami pendidikan agama di Pondok Pesantren Ikhwatul Mukminin, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT. Sekarang ia kuliah strata satu (S1) di Jurusan Pendidikan Akuntansi Universitas Muhammadiyah, Surakarta, Jawa Tengah.

Buya, begitu panggilan akrabnya, selalu menempati peringkat pertama di kelas sejak SD hingga MA bahkan juga pernah juara 1 kompetisi sains antar Madrasah Aliyah Sekabupaten Flores Timur untuk mata pelajaran Ekonomi.

Prestasinya di bidang olahraga juga menonjol. Ia juara 2 Badminton Tunggal Putra Antar Pesantren Seprovinsi NTT.  Juara 3 Futsal Antar MA/SMA Sedaratan Pulau Adonara. Di bidang seni juga berprestasi. Salah satunya Juara 2 Kaligrafi pada MTQ Kabupaten Flores Timur.

Selama jadi santri, Buya menjadi wakil ketua organisasi santri. Saat ini mengikuti organisasi prodi sebagai ketua seksi keagamaan di tempat kuliahnya. “Prinsip saya untuk meraih masa depan, saya harus banyak belajar dan selalu fokus,” tegas anak kelima dari delapan bersaudara tersebut.

Dengan potensi yang dimilikinya, ia berharap bisa segera menyelesaikan pendidikan hingga sarjana. Kemudian melanjutkan pendalaman bahasa Arab di Ma'had Abu Bakar As-Shiddiq Universitas Muhammadiyah Surakarta agar bisa mengabdi di Pondok Pesantren Ikhwatul Mukminin, Pulau Adonara.

Pesantren almamaternya tersebut didirikan oleh Ustadz Arifuddin Anwar, ayahnya Buya, dengan memberikan pelayanan secara gratis pada masyarakat untuk menuntut ilmu, baik ilmu agama juga ilmu-ilmu umum lainnya.

Karena pesantren ini tidak memungut biaya pada santri-santrinya, Ustadz Arifuddin harus berusaha mencari jalan untuk bisa memenuhi kebutuhan para santri yang sekarang berjumlah sekitar 70-an anak. Dengan demikian beban yang ditanggung ayahnya Buya tidaklah ringan ditambah lagi Buya dan ketiga kakaknya sedang menempuh pendidikan di jenjang perguruan tinggi yang membutuhkan biaya tak sedikit.

Untuk mengurangi beban keluarga Buya, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslimin berdonasi melalui program Indonesia Belajar (IB). Sehingga, Buya dapat melanjutkan kuliah untuk menggapai cita-citanya dan semoga kita semua mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

 

Biaya yang Dibutuhkan:

Rp.16.500.000

 

Mitra Lapangan:

Edi Humaedi

Para Donatur