Ketiadaan Bukanlah Penghambat, Ketika Tekad Eka jadi Sarjana Sudah Bulat

BWA-IB. Karena tekad Eka Fitrianingsih (21 tahun) untuk menjadi sarjana kependidikan sudah bulat maka ketiadaan ekonomi keluarga tidak dianggap penghambat. Berbekal ijazah SMK warga Desa Binangun RT 04 RW 02, Cilacap, Jawa Tengah merantau ke Purwakarta, Jawa Barat.

IB - Eka 261114Eka sedang mengajarkan salah satu muridnya di dalam kelas

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari ia bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik dengan jadwal kerja tiga shift, pagi-sore-malam. Namun ia tidak menemukan perguruan tinggi yang memiliki jadwal kuliah yang sesuai dengan jadwal kerjanya berubah-ubah.

Eka tidak pernah berputus asa, semangat menjadi seorang guru terus bergelora dalam dada. Ia terus berdoa dan berusaha. Doa terkabul,  ada seorang kenalan  yang mengajak bekerja sebagai guru sekolah dasar di Jati Mekar, Bekasi, Jawa Barat. Tawaran ini memberi kemungkinan baginya untuk mengajar sambil kuliah. Tanpa ragu diambilnya kesempatan itu.

Mujur sekali nasib gadis ini, ternyata di sekitar tempatnya  mengabdi  ada perguruan tinggi Universitas Indraprasta PGRI.  Satu persoalan sudah teratasi, karena masalah membagi waktu kuliah dan waktu bekerja tiada lagi. Tapi masalah baru menghampiri, yaitu biaya kuliah yang harus dipenuhi. Dengan gaji Rp 750.000,- perbulan sebagai guru sekolah dasar, jelas tidak mencukupi.

Bukan Eka namanya kalau harus menyerah. Ia tetap nekad mengikuti seleksi ujian masuk perguruan tinggi sambil berdoa kepada Ar Razzaaq (Allah Yang Maha Pemberi Rizki). Setelah lulus seleksi, ke tempatnya mengajar meminjam uang Rp 3,5 juta untuk memenuhi biaya administrasi.

Kini persoalan baru muncul lagi, tatkala sekolah tempatnya mengajar membutuhkan dana yang Eka pinjam. Mengandalkan penghasilan ayahanda Mugi Hartarto (45 tahun) yang bekerja sebagai buruh tani sangatlah tidak mencukupi.

Untuk meringankan beban yang sedang Eka hadapi, melalui program Indonesia Belajar (IB), Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) menggalang dana dari kaum Muslimin. Sehingga ia dapat menggapai cita-citanya menjadi sarjana dan kita semua mendapatkan pahala. Aamiin.[]

Donasi yang diperlukan:

Rp 5.000.0000,- (Rp 3,5 juta untuk melunasi pinjaman yang digunakan untuk biaya masuk kuliah;  Rp 1,5 juta tambahan biaya hidup dan operasional kuliah selama lima bulan)

Mitra lapang:

Weli Kurniawan

Para Donatur