Kehilangan Pekerjaan Ayah, Membuat Pendidikan Ilman Tersendat

Dari SD sampai SMA  Ilman Maulana menjalani pembelajaran di Sekolah Unggulan di Jakarta dengan pembiayaan yang lancar karena orang tua masih memiliki pekerjaan yang mumpuni saat itu. Ayah Ilman Maulana Bapak Sumirat (63 tahun) bekerja di perusahaan Besar Sekuritas dan juga menempati Kepala Cabang, sedangkan ibunya Erika (59 tahun) pensiun dini saat Ilman masih SMP. Akan tetapi, pada saat menjalani semester awal di Universitas, kesulitan biaya mulai terasa karena Pak Sumirat beberapa tahun sebelumnya telah kehilangan pekerjaan tepatnya saat Ilman duduk di kelas XII SMA.

Akibat itu pula, memaksa pak Sumirat untuk pindah tempat tinggal dari kota ke desa  tepatnya di desa Ciderum kabupaten Bogor menempati rumah yang ia beli kala sebelum Ilman Lahir. Kepindahannya juga didorong untuk penghematan pengeluaran akibat mahalnya biaya sekolah unggulan dan tingginya biaya hidup di Jakarta. Ilman pindah sekolah yang berlokasi di kawasan Ciawi Bogor yang biayanya sepertiga lebih ringan dari sekolah sebelumnya dan dengan jarak yang dekat dari rumah.

(Ilman Maulana)

(Ilman Maulana)

Pada awal perkuliahan Ilman, Kondisi perekonomian keluarga semakin mencemaskan, pasalnya pak Sumirat sudah kehabisan tabungan dan modal harta untuk pembiayaan kelulusan di Sekolah Menengah dan pembiayaan masuk Universitas. walhasil untuk pembiayaan semesteran dan asrama Ilman, pak Sumirat kebingungan harus dari mana sumbernya untuk pembiayaan tersebut. Akibatnya, Ilman belum bisa memenuhi kewajiban administrasi kuliah. Alhamdulillah atas info dari temannya pak Sumirat sendiri, mendapati informasi  bahwa Program Indonesia Belajar (IB) Badan Wakaf Al-Quran (BWA) Insya Allah dapat menjadi jalan untuk dapat memperoleh bantuan biaya pendidikan di Perguruan Tinggi.

Ilman memilih Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian (FTan) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) bukan tanpa sebab, Sejak tinggal di Desa Ciletuh Bogor, Ilman  banyak melihat lingkungan  sekitar yang bercocok tanam dan pemeliharaan aneka tanaman dan tumbuhan. “sejak di sini saya awalnya biasa aja, tapi karena lingkungan rumah banyak perkebunan, lama-lama membuat saya tertarik pada pertanian”, tutur Ilman. Inilah yang menjadi sebab pilihan studi Ilman di bidang pertanian agar kelak mampu mengembangkan potensi pertanian di wilayahnya.

 Di Kampus Ilman aktif dikegiatan Himpunan Mahasiswa Agroteknologi. Ilman tinggal di Asrama Putra (di lantai 4 yang paling murah dibanding lantai 1 dan 2). Ilman berharap bisa terus melanjutkan kuliahnya di FTan UMJ hingga selesai agar cita-citanya terwujud. Untuk semester 2 masih tertunggak uang Ujian Akhir Semester, praktikum dan pemondokan di Asrama selama 3 bulan.

Mari kita bantu keluarga Ilman yang sedang terpuruk ekonomi dengan meringankan biaya pendidikan Ilman di Perguruan Tinggi!

 

Donasi yang dibutuhkan:

Rp.12.500.000

Mitra Lapangan:

Edi Humaedi

 

 

Para Donatur