Jadi Chef Professional Yang Hafal 30 Juz, Nisrina Tetap Ingin Di Pesantren

Jadi Chef Professional Yang Hafal 30 Juz, Nisrina Tetap Ingin Di Pesantren

Selain belajar ilmu-ilmu agama sebagaimana lazimnya santri di pesantren, Nisrina Firdaus Isnaeni (16 tahun) sangat suka sekali memasak. Setiap Ahad, siswi kelas 1 SMA Pondok Pesantren Al Mulk Ath Thohirin, Bogor, tersebut bersama kelompoknya membuat kreasi-kreasi masakan.

Masakannya ternyata cukup enak sehingga banyak yang suka bahkan ada yang menanyakan resepnya. “Ya kadang senior-senior juga suka nanyain, ‘Ini gimana bikinnya sih?’” ujar Nisrina.

Selain memasak, Nisrina juga sangat suka ketika belajar kaligrafi. Hasil kaligrafinya juga cukup bagus dan sudah banyak karyanya, terlihat dari beberapa karya Nisrina yang dibingkai di rumahnya. Kadang sepupu Nisrina memesan kaligrafi buatanya. “Ya saudara suka mesen sih, tapi enggak dibayar,” ujarnya.

(Nisrina Firdaus, 16 tahun)

(Nisrina Firdaus, 16 tahun)

Sedari SMP, Nisrina sudah sekolah di pesantren tersebut. Saat SMP, ia lebih fokus ke belajar kitab-kitab kuning. Sekarang, fokusnya ke hafalan. “Alhamdulillah, Ninis (Nisrina) sudah hafal 3 juz,” ungkap warga Jalan Kebagusan Dalam IV, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tersebut.

Tampaknya Nisrina nyaman menimba ilmu dan mengembangkan hobinya di pesantren tersebut. Memang Nisrina sendiri bercita-cita ingin jadi Chef Professional, namun nisrina tidak ingin lupa akan kewajibanya sebagai umat islam yaitu tetap menuntut ilmu agama. Oleh karena itu Nisrina bercerita “Inginnya setelah lulus kuliah jurusan agama sambil sekolah masak juga, supaya nanti bisa kerja sambil kuliah yang nanti uangnya bisa untuk bayar kuliah sendiri”. 

Namun kedua orang tuanya, Choirul Ichwan (51 tahun) dan Nurul Asiana (53 tahun), sangat khawatir buah hatinya itu putus sekolah di tengah jalan lantaran ketiadaan biaya. Pasalnya, usaha warung klontong yang dibuka keduanya sejak Nisrina masih kecil kini diambang kebangkrutan.

Salah satu faktornya karena sekarang sudah banyak warung klontong yang lokasinya cukup dekat. Selain itu, Choirul yang sedang belajar agama melihat ada beberapa dagangannya ---yang menurut pandangan beberapa ulama--- terkategori makruh ataupun haram maka ia pun memutuskan untuk meniadakan produk-produk tersebut.

Dengan kondisi ekonomi yang berubah drastis ditambah biaya pendidikan Nisrina meningkat, Nurul berinisitaif mencoba jualan daring (online). Namun usahanya tak membuahkan hasil yang signifikan.

Ditambah lagi dengan semakin banyaknya warga di sekitar rumah mereka yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19. “Ya beginilah Pak, kondisi pandemi ini daya beli masyarakat turun banget Pak. Dikit banget yang mampir sekarang,” ujar Choirul yang kalau dilihat secara fisik seperti sedang sakit juga.

Untuk mengurangi beban keluarga Nisrina, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslim berdonasi melalui program Indonesia Belajar (IB) guna membantu biaya pendidikannya. Semoga Allah SWT membalas kebaikan para donatur dengan curahan rahmat berlipat ganda. Aamiin.[]

 

Donasi yang Diperlukan:

Rp.20.625.000

Mitra Lapangan:

Nabil A.R

 

#BWA #IndonesiaBelajar #IB

Para Donatur