Ingin Menjadi Ustadzah, Fauzia Masuk Pesantren

Fauziatul  Hurrair  (16 tahun) anak ke-2 dari 5 bersaudara dari suami istri Herlan Ependi (44 tahun) dan Dewi Nuratna (43 tahun) sehari-hari belajar ilmu-ilmu agama dan juga menghafal Al-Qur’an di ponpes Nida Assunah Bekasi.

Keputusannya masuk adalah kemauan sendiri karena Fauziatul ingin menjadi seorang ustadzah. Saat ini, calon ustadzah yang berasal dari Kampung Baru, Kelurahan Cinta Asih, Kecamatan Samarang, Kota Garut, sudah hafal 4 juz Al-Qur’an yakni juz 30, 29, 28 dan juz 1.

Setelah lulus dari SD Samarang 03 Garut, pada 2015 Fauzia meneruskan pendidikan ke Pondok Pesantren modern di Bekasi. Sebenarnya berat untuk memasukan Fauzia ke Pesantren Plus sekolah itu karena biayanya cukup besar bagi Herlan yang hanya petani kecil di Garut. Namun karena tekad Fauzia yang ingin sekali mendalami ilmu agama serta menggapai cita-citanya menjadi ustadzah, orang tua tentu mendukung sepenuhnya.

Namun saat ini Herlan sudah tidak mampu untuk membayar biaya Pesantren serta kebutuhan selama tinggal di Pesantren. Pasalnya, karena memang penghasilan dari buruh tani tidak menentu sehingga tidak mencukupi untuk biaya pesantren Fauzia, terlebih lagi ada 3 orang adiknya yang harus dibiayai kebutuhannya, mau tidak mau saat ini Fauzia harus mengalah.

Sebagai orang tua, Herlan dan Dewi merasa sangat khawatir kalau Fauzia putus sekolah di tengah jalan, mereka pun tidak ingin melihat anaknya itu menjadi sedih dan minder karena belum bayaran. Akan tetapi orang tua tidak mau menyerah, mencari dana ke sana kemari sudah diupayakan, namun usahanya belum membuahkan hasil.

Untuk mengurangi beban keluarga Fauzia, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslimin berdonasi melalui program Indonesia Belajar (IB). Sehingga, Fauzia dapat melanjutkan pendidikan untuk menggapai cita-citanya dan semoga kita semua mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

Donasi yang Diperlukan : Rp 24.000.000,-

Partner Lapang               : Ahmad Rifai

Para Donatur