Keterbatasan Ekonomi Tak Mematahkan Semangat Irsyad Menuntut Ilmu di SMK

Keterbatasan Ekonomi Tak Mematahkan Semangat Irsyad Menuntut Ilmu di SMK

Keterbatasan ekonomi keluarga tidak membuat Muhammad Irsyad Jababil (15 tahun) patah semangat dalam menuntut ilmu. Siswa Kelas 1 Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di salah satu SMK di Depok tersebut bercita-cita ingin menjadi ahli teknologi yang sukses.

Muhammad Irsyad Jababil (15 tahun)

(Muhammad Irsyad Jababil, 15 tahun)

Kepada kedua orang tua, warga Kampung Sida Mukti, Sukamaju, Cilodong, Depok, Jawa Barat tersebut tak banyak menuntut. Hubungannya dengan teman-teman sekelas pun baik. Bahkan sering pula diantar teman berangkat maupun pulang sekolah. Namun bila tak ada yang dapat ditumpangi, barulah menaiki angkutan umum karena jarak sekolah dengan rumah lumayan jauh.

Anak pertama dari lima bersaudara pun selalu meminjam laptop ke teman untuk mengerjakan tugas.

Di luar aktivitas sekolah Irsyad juga sering ikut pengajian bareng teman-temannya.

Kedua orang tuanya, Sumadi Muhammad (48 tahun) dan Sri Wulan Sari (36 tahun), sangat mendukung buah hatinya itu agar terus menuntut ilmu untuk menggapai cita-citanya. Sayangnya, mereka pusing memikirkan bagaimana memenuhi biaya pendidikannya. Maklumlah, Sumadi hanya pegawai swasta yang penghasilannya tak seberapa. Sedangkan Sri Wulan fokus mengurus rumah tangga.

Untuk mengurangi beban keluarga Irsyad, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslimin berdonasi melalui program Indonesia Belajar (IB). Sehingga ia dapat terus menuntut ilmu untuk menggapai cita-citanya.

Semoga kita semua mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

 

Donasi yang Diperlukan:

Rp.24.000.000

Mitra Lapang:

Ahmad Rifai

 

#BWA #Wakaf #WakafQuran #IndonesiaBelajar #IB

 

Para Donatur