Dua Bersaudara Ini Nyaris Putus Sekolah, Upah Ayahnya Ditahan Pula, Ayo Bantu...

BWA-IB. Meski terancam putus sekolah, Wahyu Akbar Wijaya (18 tahun) dan Khalfari Dwiki Anugrah (13 tahun) tetap bertekad untuk terus melanjutkan pendidikannya. Wahyu duduk di kelas XII TKJ 3 SMK Media Informatika, Pesanggrahan, Jaksel. Sedangkan Khalfari Kelas 2 MTs Mambaul Khair Ciledug-Kreo, Tangerang.

 IB-Wahyu

Wahyu Akbar Wijaya (18 tahun) - Sedang memarkir didepan Mini Market

IB - Khalfari

Khalfari Dwiki Anugrah (13 tahun) - Sedang membaca Al Qur'an

Terakhir keduanya menerima buku raport pada semester pertama di tahun pertama sekolah. Setelah itu raport mereka ditahan lantaran biaya pendidikannya menunggak hingga sekarang. Tetapi dua bersaudara anak pasangan Gandawijaya (46 tahun) dan Wenitasari (40 tahun) tetap bersyukur karena masih diperbolehkan ikut ujian pada setiap semesternya.

Harapan kakak beradik sangat kuat untuk dapat menamatkan sekolah dan mendapatkan ijazah. Tidak hanya itu, Wahyu yang telah belajar Pendidikan Teknik Jaringan Komputer, kini sudah bisa merakit komputer serta menginstal sistem operasi dan program komputer lainnya. “Sehingga setamat sekolah saya berharap dapat segera bekerja untuk membantu dan membahagiakan orangtua,” ungkapnya.

Tadinya, kehidupan ekonomi keluarga  relatif stabil. Goncangan muncul tatkala sang ayah di-PHK dari perusahaan air mineral ternama beberapa tahun lalu. Gandawijaya pun bekerja serabutan, mulai dari mengantar telur sampai menjadi tukang ojek.

Sedangkan Wenitasari membantu tetangga untuk mencucikan pakaian dan menggosok jika ada panggilan dari tetangganya. Namun upah mereka tidak seberapa, dapat membayar kontrakan dan makan sehari-hari saja sudah bagus.

Saat ini, Gandawijaya bekerja di salah satu tempat pendistribusian air mineral merk lain yang juga cukup terkenal. Penghasilannya Rp 1,5 juta per bulan. Meski masih di bawah UMR, Gandawijaya senang, lantaran ada kepastian penghasilan. Namun sudah tiga bulan ---sampai artikel ini ditulis--- gaji Gandawijaya ditahan karena beberapa kantor  langganan air mineral yang ditanganinya belum juga membayar tagihan. 

Untuk mengurangi beban mereka, melalui program Indonesia Belajar (IB), Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslimin mendonasikan sebagian hartanya sehingga Wahyu dan  Khalfari dapat melanjutkan sekolah. Dan tentu saja kita semua mendapat pahala dari Allah SWT karena telah membantu sesama.[]

 

Donasi yang diperlukan:

Rp 10.155.000,- (Tunggakan SPP serta biaya pendidikan Wahyu Rp 7.735.000,- dan Khalfari Rp 2.420.000,- 

Mitra lapang:

Weli Kurniawan

Para Donatur