Di-bully karena Menunggak, Fadil Bertekad Lanjutkan Sekolah

Di-bully karena Menunggak, Fadil Bertekad Lanjutkan Sekolah

Abdul Fadil Maulana (16 tahun) ingin membuktikan bahwa dirinya bisa menamatkan sekolah lanjutan tingkat atas. Karena pada saat SMP, siswa Kelas 1 Teknik Sepeda Motor SMK Sumber Daya Bekasi tersebut mengaku pernah di-bully dengan membawa-bawa orang tuanya karena memiliki tunggakan. Hal ini membuatnya sangat sedih.

Di tengah kesedihan itu warga Bekasi Regency Timur, Desa Burangkan, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi pun bertekad akan terus melanjutkan sekolah setidaknya sampai lulus SMK.

(Fadil, 16 tahun)

(Abdul Fadil, 16 tahun)

Maka setamat SMP, ia segera mendaftar sekolah jurusan teknik sepeda motor agar kelak bisa menjadi mekanik kendaraan roda dua. Jurusan itu dipilih karena sedari kecil Fadil memang suka melihat kegiatan-kegiatan di bengkel.

Dodi Iskandar (45 tahun/ayah) dan Nini Triani (40 tahun/ibu) senang sekali dengan sikap anak sulungnya tersebut karena perundungan (bully) tidak membuatnya murung malah menjadi energi penyemangat untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Maka, meskipun tak memiliki uang, Dodi pun meminjam uang agar Fadil bisa melanjutkan sekolahnya.

Terdampak Pandemi

Sebelum pandemi Covid-19, Dodi yang merupakan tukang jahit masih sering mendapat orderan jasa jahit gamis dari pengusaha gamis dan seragam sekolah dari beberapa sekolah. Walaupun pada saat itu masih lumayan banyak orderan, namun untuk biaya sekolah Fadil yang saat itu masih SMP kadang masih suka menunggak.

Fadil sangat mengerti keadaan ekonomi orang tuanya. Makanya, ia kerja paruh waktu (part time) setiap malam menjaga stand makanan cimin, dengan bayaran per hari sesuai persentase. Apabila pada hari itu omsetnya 500 ribu, Fadil akan mendapat bayaran 100 ribu, tapi untuk mendapat omset tersebut sangatlah jarang. Bagaimanapun juga itu sangat disyukuri Fadil karena uangnya bisa digunakan keperluan sekolah dan jajan.

Namun pada saat Fadil masuk SMK, kondisi ekonomi Dodi semakin parah karena di luar dugaan terjadi pandemi Corona. Dampaknya, pengusaha gamis yang biasa order jasa jahit kepadanya tutup, sekolah-sekolah pun yang biasa order jasa jahit kepadanya ikut tutup karena sekolah daring.

Hal ini membuat ekonomi Dodi semakin memburuk, sekarang dia hanya menerima order jahit dari tetangga-tetangganya, itu pun jarang. Begitu juga dengan pekerjaan paruh waktunya Fadil, sejak pandemi pengusaha cimin menutup stannya sehingga Fadil pun tak punya penghasilan.

Untuk mengurangi beban keluarga Fadil, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslim berdonasi melalui program Indonesia Belajar (IB) guna membantu biaya pendidikannya. Semoga Allah SWT membalas kebaikan para donatur dengan curahan rahmat berlipat ganda. Aamiin.[]

 

Donasi yang Diperlukan:

Rp.17.500.000

Mitra Lapang:

Nabil A.R

 

#BWA #IndonesiaBelajar #IB

 

Para Donatur