Adit Jualan Keripik Agar Tetap Bisa Sekolah

Keterbatasan sekolah negeri yang gratis membuat banyak anak Indonesia tidak bisa merasakan pendidikan gratis. Sebagian orangtua terpaksa memasukannya anak mereka ke sekolah swasta. Karena bayaran sekolah swasta cukup tinggi, banyak yang menunggak bayaran. Hal itu membuat sebagian anak merasa minder dan beberapa diantaranya memutuskan untuk berhenti sekolah.

Adit, nama panggilan dari Muhammad Aditira Prasetya siswa kelas 1 SMA swasta di Cileungsi – Kab. Bogor juga telah lama menunggak uang sekolah. Ayahnya sudah lama berhenti bekerja karena di PHK. Semenjak itu pula bayaran sekolah Adit sering bermasalah. Namun Adit tak ingin sekolahnya berhenti. Dia memberanikan diri berjualan keripik keliling. Namun hasilnya hanya cukup untuk biaya ongkos dan kebutuhan sekolah sehari-hari.

Tedy Prasetya (48 tahun), Ayahnya adit sebanarnya tidak tega melihat waktu belajarnya terganggu karena berjualan keripik. Tapi saat ini Tedy tidak bisa berbuat banyak mengingat dirinya belum memiliki penghasilan tetap.

Dikampungnya Adit terkenal anak prihatin, mandiri dan suka membantu orangtuanya. Bahkan saat ini Adit juga dipercaya menjadi ketua remaja masjid. Anak baik dan rajin seperti Adit harus terus didukung agar bisa tetap melanjutkan sekolah demi masa depannya.

Maka dari itu BWA mengajak seluruh kaum Muslimin untuk meringankan beban Adit dan keluarga dengan cara membantu membayar tunggakan sekolahnya. Semoga donasi dari Bapak dan Ibu menjadi penghalang dari api neraka.[]

Para Donatur