Kamila, Anak Guru Ngaji yang Berharap Bisa Sekolah di Pesantren
Kamilatul Arifah Zahra (11 tahun) sangat berharap bisa melanjutkan sekolah ke pesantren agar dapat menimba ilmu-ilmu keislaman lebih sistematis dan mendalam. Pasalnya, putri pasangan suami istri Ahmad Sakhroni (41 tahun) dan Siti Rohimah (37 tahun) kini sudah duduk di kelas 6 sekolah dasar, tidak lama lagi lulus.
Kamila merupakan siswi yang cukup berprestasi di kelasnya. Di semester sebelumnya, masuk ke peringkat 10 besar. “Alhamdulillah kemarin rangking 7 pas ambil rapor. Semoga nilaiku bisa membantu ke sekolah yang aku inginkan. Maunya lanjut ke pesantren tapi belum tau Ayah dan Ibu bagaimana,” ujar gadis kecil yang jarang jajan dan kerap berhemat tersebut.
Ahmad sebenarnya sangat ingin memenuhi harapan putri tercintanya untuk melanjutkan pendidik ke pesantren. Namun yang jadi masalah ia tidak memiliki uang yang cukup untuk biayanya.

(Bantu Kamila untuk Bisa Mondok di Pesantren)
Pasca di-PHK dari pekerjaannya sebagai buruh beberapa tahun lalu, Ahmad bekerja serabutan dan mencoba beternak lele dengan modal seadanya hingga sekarang.
“Kalau sekarang, saya masih usaha ternak lele kecil-kecilan dengan modal seadanya dan hasilnya juga tidak banyak, terkadang bantu-bantu tetangga jika membutuhkan bantuan tenaga mengemudi mobil, dan itu pun jarang sekali,” ungkap Ahmad.
Sedangkan Neneng, selain mendidik dan mengasuh Kamila dan kedua adik Kamila, juga menjadi guru mengaji lekar yang tidak memungut bayaran. Sehingga untuk kebutuhan sehari-hari hanya mengandalkan nafkah dari Ahmad.

(Ibunda Kamila Mengajar Mengaji)
Penghasilan Ahmad yang sangat minim hanya mampu membiayai kebutuhan harian dan itu pun sudah sangat diminimalisir. “Kadang untuk makan sehari saja kami belum tentu ada. Ya misalnya Ayahnya bawa uang, langsung kami belikan makan untuk hari itu dan kebutuhan anak, tidak ada lagi sisa bahkan sangat sering kurang jadi suka bingung kalau ditanya kecukupan harian kami,” tambah Neneng sambil berkaca-kaca.
Warga Desa Pasir Kaliki, Kecamatan Sukamerta, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat tersebut berharap Allah SWT melalui hamba-hamba-Nya yang shalih shalihah memberikan jalan keluar agar Kamila bisa masuk pesantren.
Untuk mengurangi beban keluarga Ahmad, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslim berdonasi melalui program Indonesia Belajar (IB) guna menutupi biaya masuk pesantren dan juga pendidikan di pesantren setidaknya hingga setahun ke depan. Semoga kita semua mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]
Nilai Donasi yang Dibutuhkan:
Rp.29.300.000
Mitra Lapang:
Dadan
#BWA #InovasiWakaf #IB #IndonesiaBelajar