Keutamaan Itikaf Di 10 Hari Terakhir Ramadhan

  • 2019-05-28 14:38:49

Bismillahirrohmanirrohiim.

Memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, derajat pahala yang Allah berikan pada umatnya semakin tinggi. Artinya, semakin banyak kamu beribadah dan beramal di hari-hari terakhir menjelang berakhirnya Ramadan, maka semakin banyak pula pahala yang akan kamu terima.

Nah, salah satu amalan yang sangat dianjurkan dilakukan di sepuluh hari terakhir Ramadan adalah i'tikaf atau berdiam diri di masjid sambil melakukan kegiatan yang bernilai ibadah, agar terhindar dari kanker dosa yang menempel pada tubuh kita, dan berfokus pada satu titik yaitu beribadah. Itikaf sendiri berarti berhenti (diam) di dalam masjid dengan syarat-syarat tertentu, semata-mata niat beribadah kepada Allah.

Nah lantas apa yang menjadi keutamaan kita melakukan itikaf.

Yang pertama. Sukses dalam malam Lailatul Qadar

Agar bisa sukses dalam bertemu Lailatul Qadar, kamu harus memperbanyak ibadah di kala malam. Dengan jalan i'tikaf, kita akan lebih bisa fokus melakukan banyak kegiatan ibadah tersebut, seperti membaca Alquran dan tafsirnya, berzikir, salat qiyamul lail, dan kegiatan bermanfaat lain.

Insya Allah jika kita beri'tikaf di sepuluh hari terakhir Ramadan, kita bisa lebih berpeluang berjumpa dengan malam Lailatul Qadar.

Yang kedua. Agar terjaga dari perbuatan yang mendatangkan maksiat

Karena menjauh sejenak dari hiruk pikuk dunia, kita akan lebih terlindungi dari bermacam jenis perbuatan maksiat. I'tikaf bisa mencegahmu dari kebiasaan bergosip, kalap berbelanja, atau urusan zuhud lainnya.

Yang ketiga. Lebih semangat memperbaiki diri

Seperti kata pepatah: "gajah di pelupuk mata tampak, semut di seberang lautan tak tampak." Artinya, manusia lebih mudah mengevalusi kesalahan orang lain ketimbang kesalahannya sendiri.

Nah, momen beri'tikaf bisa memberi kita peluang dan kesempatan untuk melongok ke diri sendiri tentang hal-hal negatif yang sudah kita lakukan selama ini. Harapannya, setelah melakukan i'tikaf, kita bisa menjadi pribadi yang jauh dari perbuatan tercela.

Di mulainya  itikaf di masjid-masjid biasanya dilakukan pada malam pertama 10 hari terakhir bulan Ramadan. Itikaf menjadi amalan sunnah yang biasa dilakukan Rasulullah SAW di 10 hari terakhir Ramadhan. Itikaf sendiri berarti berhenti (diam) di dalam masjid dengan syarat-syarat tertentu, semata-mata niat beribadah kepada Allah.

beri'tikaf juga bisa mengajarkan kita menerapkan sifat sabar selama menjalankan amal ibadah. Kita dituntut tidak tergesa-gesa melaksanakan salat, membaca Quran, berzikir, membaca buku agama, dan amal saleh lainnya. I'tikaf bisa membuat kita lebih merasakan getaran hati saat melakukan ibadah-ibadah tersebut.

Nah, InsyaAllah sekarang kita sudah paham tentang keutamaan dari i'tikaf. Jika belum sempat melakukan i'tikaf selama sepuluh hari penuh di akhir Ramadan, minimal kita bisa menyempatkan satu hari untuk beri'tikaf di masjid-masjid terdekat. Semangat mendulang pahala!

Wallahu a’lam.

Semoga bermanfaat dan terimakasih.

https://www.indonesiabelajar.org/project/all/paging/1

 

.

  • Bagikan Via: