Berikut Taktik Jitu Mengatur Waktu Di Bulan Ramadahan

  • 2019-05-17 06:34:59

Mungkin ada di antara kita yang mana ketika menghadapi bulan yang penuh keberkahan ini didera kesibukan yang sangat padat, misalnya, bekerja full time, dan orang-orang yang memiliki jam terbang yang sangat tinggi. Sebagian orang akan merasa kesulitan dalam mengatur waktu antara beribadah di bulan mulia ini dan aktivitas dunia yang sangat menyibukkan. Maka, mari kita telusuri taktik  jitu dalam mengolah waktu agar kita sukses menghadapi Bulan Ramadhan, dan tidak berlalu sia-sia begitu saja.

Bulan yang sangat mulia ini kita harus bisa memaksimalkannya dan  memang membutuhkan perhatian yang lebih. Kita mesti mengumpulkan segala upaya dan tenaga agar kita menjadi hamba-Nya yang sukses di bulan ini. Karena apa, karena pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu, Allah membuka pintu kebaikan selebar-lebarnya kepada para hamba-Nya dan menutup segala pintu-pintu pemicu kemaksiatan.

Nah berikut ini taktik jitu dalam mengatur waktu agar kita sukses menghadapi bulan Ramadhan

Mengiringi keikhlasan di setiap amal

Ikhlas merupakan salah satu dari dua syarat diterimanya ibadah. Tanpa keikhlasan, maka amalan yang susah payah dikerjakan akan hilang sia-sia. Mengikhlaskan itu  dalam artian segala amalan kita hanya untuk Allah semata, dan hanya mengharap ridha-nya, serta sama sekali tidak berharap ketenaran di tengah manusia. Oleh karena lita butuh usaha keras untuk mencapai derajat mukhlisin (hamba-hamba-Nya yang ikhlas).

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Allah ta’ala berfirman, ‘Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sesuatu. Barangsiapa yang melakukan amalan yang di dalamnya dia mempersekutukan selain-Ku bersama diri-Ku, maka Ku-tinggalkan dia bersama kesyirikannya.” (HR. Muslim)

Tanda seseorang dikatakan ikhlas ialah ketika ia memurnikan tujuan bertaqarrub hanya kepada Allah dari hal-hal yang mengotorinya, menjadikan Allah ta’ala sebagai satu-satunya tujuan dalam segala bentuk ketaatan.

Meminta pertolongan  Allah SWT

Kita harus bisa menyadari bahwa kita ini mahluk yang dhaif (lemah) dan penuh kekurangan. Segala ibadah yang kita kerjakan semuanya atas taufik dan karunia  dari Allah. Allah lah yang memberi kita kekuatan sehingga kita bisa melakukan segala aktivitas fisik, Allah memberi kita pertolongan sehingga kita bisa melakukan keta’atan kepada-Nya. Kita tidaklah berhak menyandarkan ibadah kepada diri sendiri, namun semestinya semua keta’atan yang kita kerjakan adalah buah dari pertolongan Allah. Laa haula wa laa quwwata illa billah, tiada daya dan upaya melainkan semua karena pertolongan dari-Nya. Allah ta’ala berfirman yang artinya

Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan.”(QS. Al-Fatihah: 5)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 “Jika Engkau meminta pertolongan, maka mintalah kepada Allah.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

 

Oleh karena  itu, sebelum mengerjakan puasa, hendaknya kita meminta pertolongan dari-Nya agar puasa yang kita lakukan mendapat keberkahan dan ketakwaan di tengah kesibukan yang sedang kita hadapi.

Membuat jadwal harian

Adanya jadwal sangat penting ditengah kesibukan yang padat yang sangat menyita waktu. Hendaknya, kita menyediakan buku kecil khusus buat digunakan untuk membuat rancangan agenda harian yang akan di kerjakan. alangkah baiknya, jadwal agenda dibuat saat sebelum beraktivitas, bisa saat malam hari ketika kita memiliki waktu luang. Buku agenda tersebut hendaknya kita bawa kemana pun kita beraktivitas, setelah kita menyelesaikan satu demi satu aktivitas yang tertera di buku tersebut, maka kita coret setiap agenda yang telah dilaksanakan, hal ini bisa memicu semangat untuk menyelesaikan setiap rancangan agenda yang dibuat.

Menyediakan mushaf ukuran saku agar mudah dibawa kemana pun pergi

Puasa adalah bulan dimana Al-Qur’an diturunkan. Banyak para ulama memaksimalkan ibadah tilawah Al-Qur’an ketika memasukki bulan yang mulia ini. Mereka menyingkirkan semua aktivitas keduniaan, dan lebih memperbanyak membaca Al-Qur’an dibanding bulan-bulan sebelumnya. Untuk memudahkan orang-orang yang memiliki jam terbang tinggi, artinya kesehariannya dipadati dengan aktivitas. Maka, ada baiknya membawa Al-Qur’an ukuran saku, agar ketika berpergian mudah dibawa kemana-mana, dan setiap saat bisa membaca Al-Qur’an. Satu hal yang perlu diperhatikan disamping kita membaca Al-Qur’an harus kita iringi dengan mentadabburi nya. Jika kita belum terlalu menguasai bahasa Arab, maka kita bisa membaca minimal arti ayat-ayat tersebut, sehingga bisa kita renungkan. Membaca terjemahan dapat dilakukan di malam hari ketika kita sedang beristirahat agar lebih terfokus.

Membasahi lisan dengan dzikir

Ketika kita beraktivitas mungkin akan sering berpergian baik itu dengan kendaraan atau dengan berjalan. Agar waktu kita tidak berlalu tersia-sia, Ketika ada waktu senggang meskipun sedikit, hendaknya kita membasahi lisan agar senantiasa berdzikir kepada Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku perintahkan kalian untuk berdzikir kepada Allah, karena perumpamaannya seperti seorang laki-laki yang dikejar-kejar musuh dengan cepat, hingga ia sampai masuk ke sebuah benteng perlindungan. Di benteng itulah ia dapat menjada dirinya dari musuh. Seperti itulah seorang hamba menjaga dirinya dari gangguan setan dengan dzikir kepada Allah.” (HR. Tirmidzi, shahih)

Terdapat riwayat dimana ibadah dzikir ialah ibadah yang paling dicintai oleh Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika ditanya amal apa yang paling dicintai oleh Allah, maka beliau bersabda: “Bahwa engkau meninggal, sedangkan lisanmu basah dengan dzikir kepada Allah ta’ala.

Menghindari dari banyak bergaul dengan orang-orang yang sering membuat lalai

Lingkungan adalah salah satu factor yang paling berpengaruh terhadap sikap dan pergaulan. Bergaul dengan orang-orang yang dapat menyebabkan lalai adalah salah satu tanda kesia-siaan. Pergaulan dengan mereka sedikit pun tidak mendatangkan keuntungan untuk akhirat, namun bisa sebaliknya dapat membinasakan ke dalam jurang kemaksiatan, sehingga puasa berlalu tanpa keta’atan, namun dengan dosa akibat kemaksiatan. Hendaknya kita bergaul seperlunya saja untuk menyelesaikan sebagian dari urusan dunia.

Ketika ada waktu-waktu yang kosong, baiknya kita gunakan untuk menyelesaikan ibadah harian yang telah kita agendakan, agar waktu yang telah kita lalui dapat termanfaatkan secara maksimal.

Demikianlah sedikit tips untuk memanfaatkan waktu se-efektif dan se-efisien mungkin di tengah waktu yang sangat padat. Semoga Allah memberi taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua agar kita mampu menjadi orang yang sukses di bulan Ramadhan.

Wallahu a’lam.

Semoga bermanfaat dan terimakasih.

https://www.indonesiabelajar.org/project/all/paging/1

 

 

  • Bagikan Via: