Dilarang tidur selesai Shubuh,kenapa?...Inilah Alasannya!!!

  • 2019-05-03 08:13:56

Waktu pagi merupakan waktu yang penuh berkah. Udara yang masih segar membuat tubuh segar dan tubuh yang telah istirahat ketika malam kini menjadi fit kembali. Betapa ruginya jika keadaan yang sangat baik seperti ini kita gunakan tidur lagi setelah shalat subuh.

Oleh karenanya, jangan turuti nafsu kita untuk bermalas-malasan dan bersembunyi di balik selimut lagi bila kita ingin mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Berkaitan dengan hal ini, ada sebuah hadits dari Shakhr bin Wada’ah r.a., ia berkata bahwa.

Rasulullah Saw. telah bersabda: “Ya Allah, berkahilah umatku di pagi harinya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi). Dalam hadits ini sangat jelas yang diceritakan oleh Shakhr bin Wada’ah r.a. tersebut bahwa Rasulullah Saw. berdoa agar umatnya diberikan berkah pada waktu pagi hari. Tahukan Anda siapakah Shakhr bin Wada’ah r.a.? Dia adalah seorang pedagang yang biasa mengirimkan barang dagangannya di pagi hari, sehingga dia menjadi kaya dan banyak harta. Berarti, Shakhr bin Wada’ah adalah orang yang bisa menyambut keberkahan Allah Swt. karena doa Rasululllah Saw. untuk umatnya di pagi hari.

Memang berat godaan syetan salah satunya kita tergoda dengan hangatnya selimut, bantal dan Kasur yang empuk dipagi hari, apalagi dalam keadaan dingin. Akan tetapi, bagi orang yang memiliki keinginan yang kuat untuk medapatkan keberkahan dari Allah Swt. Dengan banyak rezeki, pasti godaan akan silih berganti dan itu harus bisa kita atasi dengan baik. Apalagi kalau sudah terbiasa untuk tidak tidur setelah shalat subuh. Sungguh, badan akan terasa lebih sehat, pikiran lebih jernih, dan hati lebih tenang dan bahagia.

Oleh karena itu, jangan di biasakan tidur kembali apabila kita ingin mendapatkan keberkahan dari Allah Swt. Berkaitan dengan tidur setelah shalat subuh, Ibnul Qayyim al-Jauziyah berpendapat bahwa di antara tidur yang tidak disukai menurut orang-orang yang saleh ialah tidur di antara shalat subuh dan terbit matahari, karena ini merupakan waktu untuk memperoleh hasil bagi perjalanan ruhani. Pada saat itu terdapat keistimewaan besar, sehingga seandainya mereka melakukan perjalanan (kegiatan) semalam suntuk pun, belum tentu dapat menandinginya. Apa yang disampaikan oleh Ibnul Qayyim al-Jauziyah tersebut senada dengan pendapat Ibnu Hajar al-‘Asqalani, ulama ahli hadits dari Mesir yang salah satu kitab terkenalnya adalah Fath al-Bari (Kemenangan Sang Pencipta).

Dalam kitab yang merupakan syarah kitab shahihnya Imam Bukhari dan disepakati oleh para ulama sebagai kitab penjelasan yang paling detail yang pernah dibuat tersebut, Ibnu Hajar Al-‘Asqalani mengatakan:

“Sesungguhnya dikhususkan waktu pagi dengan keberkahan karena waktu pagi adalah waktu (untuk melakukan) kegiatan.”

Bagi para Alim Ulama, suasana pagi adalah waktu yang paling baik untuk mendalami suatu ilmu. Pada saat yang seperti ini kemampuan seseorang untuk memahami sebuah ilmu bisa lebih meningkat.

Hal ini bisa terjadi karena konsentrasi terhadap ilmu pun lebih mudah untuk dilakukan. Ada seorang ulama yang yang mampu menulis sebanyak empat puluh halaman setiap hari selama empat puluh tahun terakhir masa usianya, yakni Ibnu Jarir ath-Thabari,

Ternyata beliau melakukan murajaah (menghafal) akan ilmu dan ide-ide yang akan dituangkan dalam tulisannya di awal-awal subuh. Terbukti jelas bahwa waktu pagi memang penuh dengan keberkahan.

Rasulullah Saw. bersabda: “Seusai shalat fajar (subuh) janganlah kamu tidur sehingga melalaikan kamu untuk mencari rezeki.” (HR. Thabrani)

Janganlah kamu tidur, begitu sabda Rasulullah Saw. untuk kita, seusai shalat subuh. Lalu, apa yang harus  kita lakukan seusai shalat subuh? Banyak hal yang dapat kita lakukan.

Selesai shalat subuh berjamaah di masjid, kita bisa duduk di ruang tamu untuk membaca Al-Qur’an. Sesudah itu, membuka seluruh jendela dan membersihkan rumah. Atau, memulai segala aktivitas yang perlu untuk kita lakukan di pagi hari.

Berkenaan dengan mengisi waktu setelah shalat subuh ini, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim disampaikan:

“Peliharalah waktu itu dengan mengisinya melalui tilawah Al-Qur’an satu juz dalam satu hari, berdzikir atau menghafal. Inilah yang dilakukan Rasulullah Saw. selesai menunaikan shalat subuh, bahwa beliau duduk di tempat shalatnya hingga terbit matahari.”

Dalam riwayat yang lain juga di jelaskan, bahwa Rasulullah Saw. Pernah bersabda yakni waktu subuh adalah masa di mana para malaikat malam naik ke langit dan digantikan oleh malaikat siang. Betapa indahnya jika pada waktu pergantian tersebut seseorang dalam keadaan melakukan ketaatan kepada Allah Swt.

Ada sebuah amalan yang sangat besar fadhilahnya apabila dilakukan seseorang dalam rangka memanfaatkan waktu di pagi hari ini. Hal ini dapat kita ketahui dari sebuah hadits, yakni dari Anas bin Malik r.a., ia berkata bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda:

“Barangsiapa shalat fajar (shalat subuh) berjamaah di masjid, kemudian tetap duduk berdzikir mengingat Allah, hingga terbit matahari lalu shalat dua rakaat (shalat dhuha), maka seakan-akan ia mendapatkan pahala haji dan umrah dengan sempurna, sempurna, dan sempurna.” (HR. Tirmidzi)

Lihatlah, betapa besarnya pahala orang yang senantiasa melaksanakan shalat subuh dengan berjamaah di masjid, kemudian ia tetap duduk untuk berdzikir sampai terbit matahari, kemudian dilanjutkan dengan shalat dhuha, sama ia mendapatkan pahala haji dan umrah dengan sempurna. Betapa besar pahalanya. Bisakah kita mengamalkanya? Kalau tidak bisa setiap hari, setidaknya seminggu sekali ketika kita libur dan tidak harus berpagi-pagi untuk berangkat bekerja.

“Bangunlah pagi hari untuk mencari rezeki dan kebutuhan-kebutuhanmu. Sesungguhnya pada pagi hari terdapat barakah dan keberuntungan.” (HR. Thabrani dan Al-Bazzar).

Wallahu a’lam.

Semoga bermanfaat dan terimakasih.

https://www.indonesiabelajar.org/project/all/paging/1

 

  • Bagikan Via: