3 Langkah Cara Agar Tidak Pesimis Menjalani Kehidupan

  • 2019-04-23 07:07:56

“Dan janganlah berputus asa dari rahmat Allah! Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (QS. Yusuf: 87)

Saudara, sangat jelas sekali bahwa dalam kamus hidup seorang mukmin tak mengenal kata ‘putus asa’. Seberat apapun ujian hidup yang ditanggungnya, sebesar apapun halangan yang dicobakan kepadanya, ia tahu bahwa Allah tak pernah salah takar.

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al Baqarah: 286)

Yakin bahwa Allah mengetahui kemampuan kesanggupan setiap hambaNya, seorang mukmin akan selalu optimis dan percaya bahwa disetiap kesulitan pasti ada kemudahan.

Beda dengan orang yang tidak beriman kepada Allah, putus asa merupakan karakter mereka, kaum kafir sudah pasti tak meyakini bahwa pertolongan Allah itu dekat, dengan demikian mereka akan diliputi rasa takut dan pesimistis.

“Dan apabila Kami rasakan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu. Dan apabila mereka ditimpa sesuatu musibah (bahaya) disebabkan kesalahan yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri, tiba-tiba mereka itu berputus asa. Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan (rezeki itu). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman.” (QS. Ar Rum: 36-37)

Lantas bagaimana cara kita agar tidak pesimis apalagi sampai berputus asa dalam menjalani hidup? Berikut ini beberapa petunjuk dari ayat-ayat Quran dan perkataan Rasulullah yang bisa kita praktekkan:

1. Dalam setiap ujian sesungguhnya ada kemudahan yang ingin Allah berikan, maka tetaplah optimis hingga menemukan kemudahan yang dijanjikanNya

Saudara, sesungguhnya Allah tidak pernah berdusta, Allah tidak mungkin mengingkari janjiNya, hanya saja diri kitalah yang sering tak sabaran menanti kepastianNya.

“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (QS. Al Baqarah: 185)

Sebagaimana tanah liat yang harus dipukuli, kemudian diputar-putar, terus dijemur, kemudian dibakar pada suhu tinggi, diwarnai, hingga akhirnya berubah menjadi sesuatu yang bernilai, demikian pula diri kita. Mana ada manusia hebat yang tak pernah melewati kesulitan hidup?

Coba tahanlah hingga kita mengetahui makna di balik setiap ujianNya, semua kesulitan itu hanya akan menjadi success story yang terasa manis dan luar biasa.

2. Berjuang hingga maut datang!

Apakah kita pernah diuji dengan rasa sakit, penderitaan yang berkepanjangan, atau kesulitan yang seolah tak berujung? Tetaplah bertahan hingga maut memisahkan jasad dan jiwa kita!

Alangkah banyak keajaiban datang bagi orang yang tidak menyerah dan tak berputus asa, maka janganlah sampai Allah mengharamkan surga bagi kita karena kita tergesa-gesa mendahului takdirNya.

“Dahulu ada seorang laki-laki mengalami luka-luka, lalu dia bunuh diri. Allah berfirman, “Hamba-Ku ini tergesa-gesa dengan dirinya, maka Aku haramkan surga untuknya.” (HR. Bukhari)

3. Yakin bahwa Allah Maha Pengampun dan Penyayang, dosa dan kesalahan sebesar apapun takkan melampaui luas ampunanNya

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az Zumar: 53)

Saudaraku, jangan pernah menyerah dan berputus asa karena pertolongan Allah itu dekat, nikmati setiap kesulitan sebagai perjuangan yang mengantar kita menuju puncak tertinggi kesuksesan hidup.

Tidak ada orang istimewa yang lahir dari kemudahan, setiap manusia memiliki takaran ujian dan tanggungjawabnya masing-masing, maka lakukanlah yang terbaik serta bertahanlah dengan kemampuan maksimal hingga maut menjemput. Sungguh, tak boleh ada kata putus asa bagi hamba Allah yang beriman. Mudah-mudahan Allah segera turunkan pertolongan yang dijanjikanNya pada hidup kita.

Semoga bermanfaat dan terimakasih.

Wallahu a’lam.

https://www.indonesiabelajar.org/project/all/paging/1

 

 

  • Bagikan Via: