Menjadi Guru Profesional

  • 2019-05-13 14:36:56

Belakangan ini sempat viral video yang menunjukkan seorang siswa sedang merokok di kelas kemudian mengejek dan menantang sang guru ketika hendak diingatkan viral di media sosial. Dalam rekaman video tersebut terjadi di SMP PGRI Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Siswa yang diketahui duduk di bangku sekolah kelas IX, dan sang guru, Nur Khalim (30), sehari-hari biasa mengajar pelajaran IPS dengan status tenaga honorer. Pak guru Nur Khalim menuturkan bahwa sebagai seorang manusia biasa, rasa marah dan emosi menggumpal dalam benaknya, sempat terlintas dalam pikirannya saat mendapat tindakan seperti itu dari siswa didiknya. Keduanya Sepakat Berdamai Namun, dia mengaku belajar tidak memilih keputusan itu dan justru bersedia menerima mediasi untuk memaafkan apa yang telah diperbuat oleh AA kepadanya. "Sebenarnya saat itu mau pukul saja, baik pikiran, hati, ingin balas. Tapi saya belajar, (kalau) pukul masuk pelanggaran HAM (hak asasi manusia). Makanya, saya coba tahan amarah bahwa tujuan saya mengajar adalah mewujudkan cita-cita bangsa ingin mewujudkan generasi emas Indonesia, untuk bisa bersaing di Asia Tenggara," ujar Nur Khalim saat ditemui di sela-sela agenda mediasi yang dilakukan di Kantor Polsek Wringinanom, Minggu (10/2/2019.

Gak akan ada asap kalo tidak ada api, Setiap ada sebab pastinya ada akibatnya. Begitu juga dengan hal diatas yang menimpa sang guru Nur Khalim, banyak faktor pendukung terjadinya tindakan diluar batas yang akhirnya melanggar norma dan aturan hukum negara yang berlaku.

Mereka melakukan tindakan tersebut secara sengaja bahkan karena ketidaksengajaan. Menurut penelitian terdapat 2 faktor yang sangat dominan yang menjadi penyebab para remaja melakukatindakan yang melanggar aturan tersebut, diantaranya adalah faktor eksternal ( lingkungan ) dan faktor internal (diri sendiri )

Nur Khalim mengakui bahwa siswa tersebut memang kerap berbuat keterlaluan dibanding para siswa lain yang ada di SMP PGRI Wringinanom. Bahkan, dalam kesehariannya di sekolah, seperti yang biasa diketahuinya, AA juga sering dan tak segan melontarkan kata-kata umpatan kasar. Namun, Nur Khalim menyadari bahwa itu justru adalah salah satu tantangan bagi dirinya untuk menjadi guru professional.

"Disyukuri dan dijalani saja meski hingga saat ini saya masih tenaga honorer yang gajinya itu hanya Rp 450.000 per bulan. Kalau ngomong enggak cukup, ya pastinya enggak cukup, tapi mau bagaimana lagi. Sebagai guru, kami tidak hanya mengejar duniawi, tapi bagaimana pengabdian yang kami berikan," ujarnya.

itulah sosok guru yang harus kita tiru, karena guru bukan hanya sekedar patriot pahlawan bangsa yang tanpa tanda jasan, namun lebih dari itu karena takan ada bangsa atau negara tanpa pengabdian yang telah diukir dijiwa mereka. Guru itu sosok insan yang mulia  ia rela menghabiskan waktunya demi membangun generasi bangsa hanya semangat asa dan do’a yang keluar dari bibirnya.

Guru itu bukan sekedar dalam ranah Pendidikan namun, dialah guru yang membimbing, mengajarkan,  kita bagaimana cara untuk menghadapi dinamika kehidupan yang sesaat ini.

Wallahu a’lam.

Terimakasih. Semoga bermanfaat

https://www.indonesiabelajar.org/project/all/paging/1

 

 

 

  • Bagikan Via: