Bahagiakan Orang lain, maka anda akan bahagia

  • 2019-03-28 09:10:47

Apa Yang Bagi Kita Tidak Berarti, Ternyata Bermanfaat Bagi Orang Banyak
 

Sering kali kita merasa terganggu, jika hanya memberikan barang-barang, yang mungkin itu harganya tidak seberapa, bahkan bisa jadi bagi kita sudah tidak dianggap. Tetapi realita menyatakan lain. Ternyata hal hal yang selalu kita anggap sepele , ataupun barang-barang yang bagi kita sudah tidak dibutuhkan lagi, mampu menghadirkan kegembiraan bagi banyak orang. Salah satunya adalah buku-buku. Dan itu salah satu kebahagian yang bisa di dapatkan, dari kita membantu orang lain.

Karena yang bergelimang dengan harta, belum tentu hidupnya bahagia. Sementara yang hanya karyawan biasa, belum tentu juga hidup lebih parah daripada yang lain tapi bermanfaat bagi orang lain itu hal yang luar biasa. Orang yang bisa benar-benar merasa bahagia yakni karena bisa bermanfaat bagi orang lain.

Bahagia memang adalah soal pilihan persepsi kita tentang kehidupan. Sebab yang hidupnya sedikit kurang tapi sudah merasa berkecukupan tentu lebih nyaman daripada dia yang bergelimang harta tapi masih saja merasa kekurangan.

Itu kalimat layak kita renungkan. Jangan kita disibukan dengan memikirkan keunggulan orang lain, hidup itu terus berjalan meninggalkan jauh dibelakang. tidak ada yang kamu perbaiki dengan memperbandingkan diri sendiri dengan orang lain. Kalimat tersebut bisa jadi itulah yang membuat beban bagi hidup kita, karena memakai standar orang lain, Keberhasilan orang lain yang seharusnya bisa menginspirasi sedikit demi sedikit memupuk rasa percaya diri. Agar Selanjutnya kita tidak gagap dalam melangkah, dan tidak jatuh kejurang degradasi kepesimisan.

Seperti melihat keberhasilan teman, memang bagai pedang bermata dua. Pertama, kamu mungkin ikut berbahagia dengan keberhasilannya. Kedua, tak bisa disangkal ada sedikit rasa iri dalam hati, sekaligus rendah diri karena kamu ingin juga merasakan keberhasilan yang sama. Tapi hidup akan terasa berat bila kamu terus-terusan mendongak ke atas. Kamu terlalu sibuk memikirkan hal-hal yang tidak bisa kamu raih, sehingga lupa mensyukuri apa yang sudah kamu miliki.

Perbanyaklah kebaikan dengan mengerjakan semua aktifitas dengan niat memberi manfaat kepada diri sendiri dan orang lain, dengan niat ibadah, sukarela tanpa harus dibebani ada balasan materi dari sesama, niscaya kebaikan itu akan mencerminkan hasil baiknya. Semakin banyak karya yang diberikan, semakin produktif dan semakin banyak output manfaat, akan semakin banyak amal kebaikan dan semakin banyak pula keberkahan (kebaikan yang berkelanjutan).

Kiranya perlu menjadi renungan buat kita semua, bahwa mengapa bangsa lain lebih maju dari bangsa kita?  Boleh jadi karena mereka lebih produktif, lebih banyak memberi makna pada sesama, lebih banyak bersyukur dengan memanfaatkan apa yang dimiliki, lebih hemat dan tidak boros, lebih banyak menghargai hak orang lain, lebih banyak simpati dan empatinya serta lebih banyak amal kebaikannya tanpa harus selalu disuruh. Marilah kita mulai perbaiki diri kita untuk menjadi lebih baik lagi, karena sebaik-baiknya diri adalah yang hari ini jauh lebih baik dari hari kemarin.

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali dari bisikan-bisikan orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat kebaikan atau mengadakan perdamaian diantara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kami akan memberinya pahala yang besar”. [An Nissa ayat 114]

Semoga bermanfaat. Terima kasih

Wallahu a’lam.

https://www.indonesiabelajar.org/project/all/paging/1

 

 

  • Bagikan Via: