penting!!! tiga hal yang dilarang dalam islam

  • 2019-03-26 13:53:04

Milikilah Visi

Aaah… kutepis lamunanku itu, segera setelah kubiarkan begitu. Kini aku bergumam pasti, ya! Hidupku harus penuh arti.

(Hendri Tanjung)

Sepenggal kutipan buku harian penulis tersebut, terinspirasi dari perkataan Dr. Muhammad Afif seorang dosen jurusan Tafsir IAIN Sunan Gunung Djati Bandung, yang mengatakan, “jadikan hidup penuh arti.” Kata-kata tersebut semacam Statement yang memacu semangat hidup agar lebih berarti. Manusia hidup haruslah berkiprah, dimana kiprah satu manusia berbeda dengan manusia lainnya. Hidup harus mempunyai arti, dan terjauh dari ungkapan dalam Bahasa Arab “Wujuduhu ka adamihi” yang artinya keberadaannya bagai ketiadaannya.

Tiga hal yang dilarang dalam islam:

Thulul amal (Panjang angan-angan)

Katsratu as-sual (banyak bertanya)

Idha’atu al-mal (menghabiskan harta dengan sia-sia).

Kekuatan dan semangat hidup dapat timbul dari khayalan dan angan-angan. Akan tetapi, khayalan dan angan-angan yang berlebihan juga tidak diperbolehkan, sebab kemunduran bagi seseorang. Orang yang gemar berkhayal biasanya mereka terlalu asyik di dunia maya (khayal), bukan dialam nyata.

Daya khayal dan angan-angan dapat menimbulkan semangat adalah khyalan yang sangat positif, dan yang menuntu peran aktif untuk mewujudkannya. Pelaku hanya tidak asyik dalam dunianya, tetapi juga dituntut merealisasikannya di alam nyata alam kehidupan.

Ketika Anda berangan-angan, anda akan membutuhkan suatu daya atau kekuatan. Daya itulah yang akan menjadikan inspirasi. Daya khayal atau imajinasi yang ada, akan lebih efektif bila diimbangi dengan perbuatan. Misalkan khayalan seseorang yang berkeinginan untuk mempunyai rumah yang besar nan indah, bercita-cita mengelola pesantren, atau bermimpi melanjutkan program doctoral di perguruan tinggi ternama. Semua keinginan tersebut tidak akan tercapai jika tidak diiringi dengan usaha dan do’a yang maksimal untuk mewujudkannya.

Mengkhayal yang diiringi dengan tindakan itu tidak dilarang, karena dengan tindakan tersebut, berarti ia telah memiliki usaha untuk mewujudkan khayalan menjadi kenyataan. Seseorang yang telah memiliki khayalan disertai dengan tindakan, berarti telah memilki visi.

Banyak orang yang dengan daya khayal dan imajinasinya mampu, mampu meraih sukses dan menjadi orang besar. Seperti yang pernah dilakukan seorang ulama besar Abu A’la Al-Maududi, yang berkeinginan untuk menjadi ulama sejak masa kanak-kanaknya. Keinginan tersebuut akhirnya dapat terealisasikan, dengan tindakan yang disertai dengan semangat dan istiqomah dalam usaha dan berdo’a. semua yang beliau lakukan pada hakikatnya tidak terlepas dari visi yang telah dimiliki sebelumnya, setelah melakukan penjelajahan pikiran melalui dunia khayal.

Berdasarkan penjelasan di atas, kini Anda sudah memiliki visi. Karena istilah itu yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Namun, tak sedikit orang yang masih salah dalam menggunakan istilah tersebut, karena tidak mengetahui apa sih sebenarnya istilah ini dan apa pula yang harus dilakukannya. Dengan penjelasan di atas semoga bisa memberikan informasi lebih pada Anda yang sebelumnya belum mengetahui dan memahami istilah-istilah ini.

Wallahu a’lam.

https://www.indonesiabelajar.org/project/all/paging/1

 

 

  • Bagikan Via: