inilah kelemahan sistem kurikulum pendidikan di masa sekarang

  • 2019-03-20 13:52:57

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam membangun sumber daya manusia disuatu negara, tak terkecuali di indonesia. Gerak pendidikan di indonesia selalu aktif mengikuti zaman. Tercatat beberapa kali sistem pendidikan di indonesia menjalankan perubahan guna menemukan bentuk terbaik dalam memacu kemajuan masyarakat indonesia.

Pelajar yang mengutamakan kriteria akan sering kali menghambat proses pembelajaran, karena tujuan diadakan nya Pendidikan adalah untuk memmpermudah proses pembelajaran, bukan mempersulit peserta didik dalam prosese belajar. Problem pendidikan di Indonesia tak kunjung usai, berbagai evaluasi yang dilakukan untuk memperbaiki Kapasitas pendidikan agar semakin lebih baik. Salah satunya dengan bentuk perbaikan yang dilakukan, ialah adanya perubahan kurikulum pendidikan.

Menurut pendapat Dirjen Dikti Kemendikbud, Kurikulum di Indonesia ini sudah berganti sebanyak 10 kali, hingga  terakhir berupa pemberlakukan kurikulum 2013, dengan proses pembelajaran yang melibatkan berbagai sudut, dimana proses pembelajaran akan dikaitkan dengan kehidupan.

Adanya kontroversi kurikulum dalam satuan pendidikan, diadakanlah Seminar Pendidikan Nasional, oleh Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI), dengan menghadirkan pembicara yang mendalami bidang pendidikan di Indonesia.

Berdasarkan Pantauan Haluan, kegiatan seminar ini di ikuti oleh kurang lebih 200 peserta, yang terdiri dari guru, dosen, mahasiswa dan pelajar. Acara ini digelar di Gedung Imam Syafe’I LPMP Sumbar.

“semestinya kurikulum pendidikan berdasarkan penanaman nilai-nilai Islam, dimana mempentingkan penanaman karakter dan aspek islam dalam pribadi peserta didik,” kata Yuliana, pemateri seminar pendidikan nasional.

Yuliana menuturkan, banyak hal yang harus diperbaiki dalam pendidikan di Indonesia, yang tak kunjung usai, salah satunya berkaitan penanaman nilai-nilai pendidikan.

“Pendidikan anak harus diterapkan sejak dalam kandungan, sehingga menjadi pribadi yang lebih baik. Selain itu, kontribusi seluruh elemen yang terkait dengan si anak, juga turut andil dalam memberikan pembelajaran kepada si anak,” katanya.

Ia mengatakan, guru sebagai seorang tenaga pendidik di sekolah harus menjadi pribadi yang konsisten, tidak samar yang dapat membuat bingung siswa. Tenaga pendidik harus menjadi pribadi yang berkualitas, karena ia akan menjadi contoh dan teladan bagi siswanya.

Hal ini juga dikatakan pemateri, Rahayu Mardasari. Ia mengatakan, jika kurikulum pendidikan tidak mengangkut anak-anak mengenal Islam dan menjalankan perintah penciptanya, maka kurikulum tersebut tidak bisa diterapkan.

“Jika membahas kurikulum pendidikan, banyak hal yang harus diperbaiki. Salah satunya, kurangnya penanaman nilai-nilai Islam. Siswa hanya dituntut untuk meraih nilai akademik, tanpa mengutamakan penanaman karakter islam kepada peserta didik,” katanya.

Ia mengatakan, adanya peraturan pendidikan yang sekuler membuat generasi bangsa semakin anjlok, yang dapat berpengaruh terhadap kualitas pendidikan di Indonesia.

“Perlunya penanaman pendidikan islam bagi peserta didik yang dapat membentuk pribadi yang islami setiap anak. Mereka mendapat perlengkapan  ilmu dan pengetahuan yang berhubungan dengan kehidupan,”ucapnya.

Lanjutnya, solusi yang tepat terhadap pendidikan di Indonesa ialah adanya pedidikan dan kurikulum islam yang menjadi alas dalam satuan pendidikan. Sehingga, melahirkan generasi bangsa yang memiliki karakter dan pribadi yang lebih baik ke depannya, dalam kemajuan pendidikan di Indonesia. 

Terakhir, hal yang menjadi halangan dan kekurangan sistem pendidikan yang ada di indonesia adalah kurikulum pendidikan yang kebanyakan bersifat teoritis sehingga membuat peserta didik tidak bisa berbuat banyak setelah menyelesaikan pendidikan.

Sehingga praktikum dan pembekalan soft skill dan hard skill bagi peserta didik sangat penting guna menunjang lulusan yang berkualitas, sehingga bisa memberi kontribusi yang nyata bagi bangsa indonesia.

Presentasi antara teori dan praktik dalam dunia pendidikan sebaiknya fivety-fivety agar ilmu yang didapatkan peserta didik menjangkau berbagai dimensi pengetahuan, dengan begitu sumber daya manusia yang unggul bisa dihasilkan.

 

Demikian artikel yang saya tulis berkaitan dengan dinamika Pendidikan di Indonesia, semoga bermanfaat.

Terima kasih.

Wallahu a’lam bisshawab.

https://www.indonesiabelajar.org/project/all/paging/1

 

  • Bagikan Via: