Ini Yang Perlu Kita Ketahui, Mengenai Peringatan Isra wal Mi'raj

  • 2019-03-19 07:14:45

Isra' Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW bisa menjawab teknologi luar angkasa yang kini terus dikaji dan dikembangkan. Peristiwa Isra' Mi'raj membuka alam pikiran manusia bahwa sesungguhnya Allah SWT itu maha benar dan Al Qur'an itu adalah firman Allah SWT.

Isi kandungan Al Qur'an itu harus diterapkan manusia dalam kehidupannya sehari-hari karena benar menjadi pedoman hidup manusia yang maha benar di dunia ini. Qur’an Surat Al-Isra' ayat pertama yang artinya,

 "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Allah SWT berulangkali mengatakan  dalam Al Qur'an, "Apakah kamu (manusia) tidak berpikir" Ya, manusia yang diberi akal oleh Allah SWT maka harus digunakan untuk berpikir dan memikirkan apa yang ada di dunia ini. Allah SWT menyuruh manusia mempergunakan akalnya dengan baik dan benar. Al Qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW merupakan suatu mukjizat terbesar dari Allah SWT dan karunia besar bagi semua manusia di dunia ini bilamana manusia itu mau berfikir.

Peristiwa Isra' Mi'raj bukan sekadar untuk  diperingati akan tetapi harus juga dipikirkan. Isra' Mi'raj memiliki dua kata yakni Isra' dan Mi'raj. Arti Isra' adalah perjalanan malam yakni perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan Mi'raj artinya naik ke langit. 

Peristiwa yang luar biasa ini terjadi di zaman Rasullullah dan pada zaman sekarang juga masih peristiwa luar biasa yang harus terus senantiasa dipikirkan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Peristiwa Isra' Mi'raj terjadi pada 27 Rajab Tahun ke-3 Hijriah atau tahun 621 Masehi dan Nabi Muhammad SAW saat itu berusia 51 tahun.

Isra' Mi'raj satu peristiwa Nabi Muhammad SAW untuk menerima perintah Sholat, dan Isra' dan Mi'raj itu sendiri merupakan dua kejadian yang satu kesatuan. Awalnya Malaikat Jibril AS mendapat perintah dari Allah SWT untuk menjemput Nabi Muhammad SAW untuk menghadap Allah SWT. Kemudian Jibril membangunkan Rasul dan mengajaknya keluar Masjidil Haram dan sementara di luar telah menunggu kendaraan bernama Buraq. 

informasi mengenai bentuk dan rupa buraq ini sangat sedikit.  Kitab suci dan hadis tak banyak bicara mengenainya. Kata-kata Nabi yang terkenal  hanya terbatas: “Aku diberi buraq, dia hewan tunggangan yang berwarna putih lebih besar dari keledai tapi lebih kecil dari bighal yang satu tanduknya terdapat dipucuk kepalanya.”.

Kendaraan ini memiliki kecepatan di atas kecepatan cahaya maka wajar saja jika  Nabi Muhammad SAW bisa naik ke langit. Karena Perjalanan dengan kecepatan cahaya sebab Rasulullah bersama Jibril dari Masjidil Haram kemudian dilanjutkan perjalanan ke Syajar Musa (Masyan) kemudian ke Tunisia ke Baitullhmi dan diteruskan ke Masjidil Aqsha di Yerussalem. Lantas ketika di Maqdis Jibril membimbing Rasul naik atau terbang menuju ke langit tujuh dan ke Sidratul Muntaha. 

Peristiwa manusia terbang ke langit pada masa Nabi Muhammad SAW merupakan satu peristiwa yang sulit diterima akal, akan tetapi jika hari ini kita melihat orang terbang kelangit dengan pesawat terbang ada orang mengatakan dia akan terbang hari ini ke langit dengan pesawat terbang, bukan hal yang sulit diterima akal. Peristiwa Mi'raj Nabi Muhammad SAW didampingi Malaikat Jibril bagi ummat Islam atau seorang Muslim yang mempergunakan akalnya pasti bisa menerimanya meskipun sampai hari ini belum ada manusia yang bisa terbang dengan pesawat terbang sampai ke langit yang ketujuh.


Wajar saja pada saat Nabi Muhammad SAW menceritakan peristiwa Isra' Mi'raj itu kepada penduduk Mekkah bahwa Beliau telah melakukan perjalankan hanya semalam ke Baitulmaqdis. Penduduk yang mendengar cerita Nabi Muhammad SAW awalnya tidak percaya karena dalam waktu yang sangat singkat. Lantas, orang-orang Quraisy bertanya tentang bagaimana Baitul Maqdis secara detail. 

Tidak salah orang-orang Quraisy itu bertanya seperti itu untuk memastikan cerita Nabi Muhammad SAW dan nabi menjelaskan secara detail tentang Baitul Maqdis. Abu Bakar yang telah pernah ke Baitul Maqdis juga bertanya kepada Rosulullah tentang Baitul Maqdis yang dikunjunginya dalam waktu semalam perjalanan.

Ketika mendengar penjelasan Nabi Muhammad SAW atas pertanyaan Abu Bakar maka Abu Bakar membenarkan dan berkata, "Ya Rosulullah Engkau benar dan tidak berdusta. Aku bersaksi Muhammad utusan Allah." 

Sejak saat itulah Abu Bakar diberi gelar dengan AshShiddiq yang berarti amat membenarkan. Namun, penduduk Mekkah belum juga percaya sepenuhnya, mereka meminta bukti dari Rosulullah. Hal ini sesuai dengan Hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Ibnu Ishaq dari Ummu Hani binti Abu Thalib. Beliau, Rosulullah SAW bersabda yang artinya,"Tadi malam aku melewati kafilah Bani Fulan di sebuah lembah. Binatang yang kutunggangi mengejutkan mereka sehingga ada seekor di antara unta mereka melesat jatuh ketika itu aku sedang menuju Syam. Sampai di Dhajran dan aku melewati satu kafilah lagi dan aku minum ketika mereka sedang tidur nyenyak. Sekarang mereka berada di tikungan jalan Ta'nim. Yang paling depan unta coklat tua dan berponok dua, hitam dan ada yang belang-belang."

Sabda Nabi Muhammad SAW ini langsung dicek penduduk Mekkah secara beramai-ramai penduduk Mekkah pergi ke jalan tikungan Ta'nim dan ternyata kafilah itu baru tiba dengan unta yang disebutkan Nabi Muhammad SAW. Mereka bertanya tentang kejadian semalam, ternyata kejadiannya sama persis seperti apa yang diceritakan Nabi Muhammad SAW. Akhirnya, penduduk Mekkah percaya peristiwa Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Hal ini merupakan alat bukti yang mudah untuk dibuktikan.

Demikianlah peristiwa Isra’ Mi’raj ini Allah SWT memperjalankannya kepada baginda Rasulullah SAW, hal tersebut sesungguhnya untuk dapat diketahui oleh orang-orang yang beriman dan berakal. Semoga ini menjadi hikmah yang besar buat kita semua.

Semoga bermanfaat. Terimakasih

wallahu a’lam bis-shawab

https://www.indonesiabelajar.org/project/all/paging/1



 

  • Bagikan Via: