Penting, Inilah Hal Yang sering Dilupakan Manusia

  • 2019-03-19 14:17:44

Kita diciptakan di dunia ini sebagai makhluk sosial, yang sudah sewajarnya bagi mereka yang hidup berkecukupan dan mampu saling berbagi kebahagiaan kepada mereka – mereka yang kurang beruntung serta berkehidupan serba kekurangan.

Dalam islam, manfaat sedekah anak yatim sangatlah banyak. Jangan takut miskin karena mengeluarkan sedekah. Justru dengan bersedekah rejeki anda akan semakin melimpah. Karena itu merupakan janji Allah kepada hambanya yang senantiasa menjalankan perintah-Nya

Bermanfaat bagi orang lain sama halnya kita menanam mesin tabungan amal kebaikan. Oleh karena itu  apapun  yang kita berikan tanpa terkecuali ke anak yatim, jika pemberian itu masih dimanfaatkan secara terus menerus, itu artinya amal kita masuk kategori amal jariyah.

Seperti halnya orang yang menanggung kebutuhan anak yatim (dalam hal ini berarti ia juga menyedekahkannya) maka akan diberikan kedudukan yang dekat dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sama halnya jari telunjuk dan jari tengah di surga nanti.

Anak yatim yang dimaksud adalah seseorang yang kehilangan ayahnya sebelum mencapai usia dewasa. Menanggung anak yatim berarti mengurusi segala keperluan hidupnya, mengasuhnya, mendidiknya, menyantuninya baik dari harta sendiri maupun harta anak yatim tersebut jika dia mendapatkan kepercayaan untuk mengelolanya. Hadits ini meliputi orang-orang yang menyantuni anak yatim yang memiliki hubungan keluarga maupun yang tidak ada hubungan keluarga sama sekali. Hal itu dijelaskan dalam hadits di bawah ini:

Dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

“Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya. (HR al-Bukhari (no. 4998 dan 5659, Shahih)

Sedekah untuk anak yatim mempunyai efeck yang baik dan luar biar biasa. Misalkan anak yatim yang putus sekolah lalu kita membantunya untuk bersekolah. Contoh kecil saja misalkan seorang anak yatim yang bisa bersekolah dengan keadaan kurang/pas-pasan tidak bisa membeli buku. Lalu kita membantunya dengan buku-buku kita dahulu yang sudah tidak digunakan atau lebih baiknya lagi bisa memberikan buku baru untuknya. Bisakah kita membayangkan betapa anak ini bersyukur dengan senyumnya yang begitu indah dan bersinar. Rasa syukurnya menjadikan ia lebih semangat dan rajin dalam belajar, hal ini dapat mendongkrak prestasinya, memperbaiki kualitas keluarganya dan dalam jangka panjang anak ini akan membangun mata rantai kebaikan. Mungkin bukan kita nanti yang akan menerima kebaikan tersebut, namun ada anak-anak yatim lain bahkan lebih banyak yang mendapat dampak dari mata rantai ini. Sederhana bukan hanya bermodal sebuah buku kita bisa membangun mata rantai kebaikan.

 Oleh karena itu, lantas apa yang membuat kita terhalang/enggan untuk membantu dan menolong saudara kita, karena banyak saudara kita yang masih kekurangan yang justru berpeluang untuk membangun rantai kebaikan. Ketika suatu pertolongan ini berkesan maka seseorang tersebut akan lebih mudah menolong orang lain. Disisi lain orang yang menerima sedekah ini akan lebih bersyukur kepada Allah dan menyakini bahwa rezeki dan pertolongan Allah itu selalu ada untuk hambanya. Hal yang paling penting ketika kita bersedekah kepada sesama, kita dapat membangun interaksi sehingga kita akan banyak belajar tentang kehidupan orang lain yang akan membuat kita lebih banyak bersyukur. Jadi ketika kita membantu orang lain dampak sosial dan psikologi akan lebih terasa.

Wallahua’lam bis showab.

Klik link dibawah untuk melihat projek-projek Indonesia belajar.

https://indonesiabelajar.org/project/all/paging/1

 

 

 

 

  • Bagikan Via: