Sejarah Singkat Pramuka

  • 2019-02-11 10:55:22

Remaja adalah calon pemimpin bangsa. Sejak sebelum namgsa Indonesia merdeka, sudah berusaha membangkitkan semangat patriotisme di kalanga  remaja dan pemuda melalui kepanduan atau kepramukaan. Dalam Gerakan Pramuka atau kepanduan di Indonesia di mulai sejak tahun 1923, yang ditandai dengan didirikannya Nationale Padvinerij  Organisatie (NPO) di Bandung oleh Belanda. Pada tahun yang sama di Jakarta didirikan Jong Indonesische Padvinerij Organisatie (JIPO) oleh Belanda.

Kedua organisasi tersebut sebagai cikal bakal Kepanduan di Indonesia  yang kemudian meleburkan diri menjadi Indonesische Nationalie Padvinerij Organisatie pada tahun 1926 di Bandung. Pada kurun waktu tahun 1950-1960 organisasi kepanduan tumbuh semakin banyak jumlah dan ragamnya., bahkan diantaranya merupakan organisasi kepanduan yang berafiliasi pada partai politik, hal ini tentunya menyalahi prinsip dasar dan metode kepanduan.

Keberadaan kepanduan seperti ini dinilai tidak efektif dan tidak dapat mengimbangi perkembangan jaman serta kurang bermanfaat dalam mendukung pembangunan generasi muda yang melestarikan persatuan dan kesatuan bangsa.

Memperhatikan keadaan yang demikian dan atas dorongan para tokoh kepanduan saat itu serta bertolak dari ketetapan MPRS No. II/MPRS/1960  Presiden Soekarno selaku mandataris MPRS  pada tanggal 9 Maret 1961 memberikan amanat kepada pimpinan pandu di Istana Merdeka. Beliau merasa berkewajiban melaksanakan amanat  MPRS untuk lebihmengefektifkan organisasi kepanduan yang potensial dalam pembangunan bangsa dan negara.

Beliau menyatakan pembubaran organisasi kepanduan di Indonesia dan meleburnya ke dalam suatu organisasi gerakan pendidikan kepanduan yang tunggal di Indonesia bernama Gerakan Pramuka yang diberi tugas melaksanakan  pendidikan kepanduan kepada anak-anak dan pemuda di Indonesia. Gerakan Pramuka dengan lambang Tunas Kelapa di bentuk dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 Tahun 1961 pada tanggal 20 Mei 1961, dan secara resmi Gerakan Pramuka diperkenalkan kepada Khalayak ramai pada tanggal 14 Agustus 1961

Gerakan Pramuka dalam perjalanannya mengalami pasang surut dan kurang dirasakan oleh kaum muda, akibatnya pewarisan nilai-nilai yang terkandung dalam falsafah Pancasila dalam pembentukan kepribadian kaum muda yang merupakan inti dari pendidikan kepramukaan tidak berjalan sebagaimana yang diharafkan. Untuk menguatkan keorganisasian maka pada tahun 2006 presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudoyono mencanangkan Revitalisasi Gerakan Pramuka yang antara lain dalam upaya pemantapan organisasi Gerakan Pramuka telah menghasilkan terbitnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.

Di lihat dari kegiatannya, anggota pramuka dilatih untuk menjadi orang  yang siap dalam menghadapi kondisi-kondisi yang tidak diperkirakan sebelumnya, pembinaannya di bagi dalam beberapa materi sebagai acuan dalam mengikuti perkuliahan wajib bagi calon guru SD / Pembina Siaga yaitu Mata Kuliah Pramuka. Beberapa Materi dasar yang harus dikuasai adalah:

  1. Materi Pramuka Penggalang
  2. Materi Pramuka Penegak
  3. Materi Pramuka Siaga

Dari ketiga kategori tersebut kompetensi dasar yang harus dimiliki setiap anggota pramuka adalah mampu menunjukkan sikap kuat mental, tinggi moral dan kepribadian dalam setiap aktivitasnya. Untuk membentuk sikap tersebut   melalui beberapa tahapan dalam latihan dan pembinaan.

Seperti dalam  latihan baris berbaris, ini mengajarkan kepada seluruh anggota pramuka untuk memahami betapa pentingnya disiplin, tanggung jawab dan kerjasama. Berikutnya materi yang diberikan Menumbuhkan sikap kreatif, kuat mental, tinggi moral dan kepribadian bagi anggota pramuka.

Gerakan pramuka Indonesia adalah organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata “Pramuka” merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti rakyat muda yang suka berkarya. Pramuka merupakan sebutan bagi anggota gerakan pramuka, yang meliputi : Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuga Penegak dan Pramuka Pandega. Kelompok anggota yang lain yaitu Pembina Pramuka, Andalan, Pelatih Pamong Saka, Staf Kwartir dan Majelis Pembimbing.

Sedangkan yang di maksud kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia.[]

Wa Allahu A’lam Bi ash-shawwab.

Tim Studio Indonesia Belajar Badan Wakaf Al-Qur’an

  • Bagikan Via: