Si kecil penghisap darah yang mematikan – Indonesia Belajar

  • 2020-11-30 19:16:27

Sejak beberapa tahun lalu, nyamuk memang sudah 'dinobatkan' jadi hewan paling mematikan di dunia. Mengutip laman Barcelona Institute for Global Health, pada 2017 lalu, serangga kecil ini membunuh setidaknya 700 ribu orang tiap tahunnya.

Apa yang membuat nyamuk jadi hewan mematikan di dunia? Perlu diketahui, yang membuatnya berbahaya adalah kemampuannya menularkan virus atau parasit lain yang menyebabkan penyakit mematikan. Ada banyak jenis penyakit yang ditularkan pun bermacam-macam, termasuk malaria, demam berdarah, Japanese ensefalitis, sampai zika.

Setiap tahun, malaria saja, yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles, membunuh 400.000 orang (terutama anak-anak) dan melumpuhkan 200 juta lainnya selama berhari-hari. Penyakit yang ditularkan oleh nyamuk lainnya termasuk demam berdarah, yang menyebabkan 50 hingga 100 juta kasus per tahun di seluruh dunia, demam kuning, yang memiliki angka kematian tinggi, atau Japanese ensefalitis, yang menyebabkan lebih dari 10.000 kematian per tahun, sebagian besar di Asia.

Mengutip CDC, dalam 30 tahun terakhir, kasus demam berdarah di seluruh dunia telah meningkat 30 kali lipat. Empat puluh persen populasi dunia, sekitar 3 miliar orang, tinggal di daerah dengan risiko demam berdarah. Dengue seringkali menjadi penyebab utama penyakit di area berisiko.

Kemampuan mereka membawa virus dan penyakit ini didukung pula dengan kemampuan adaptasi mereka yang tinggi. Nyatanya, nyamuk sangat pandai beradaptasi dengan lingkungan baru dan intervensi apa pun yang kita gunakan untuk melawannya.

Nyamuk hanya menjadi penghubung (vektor) dalam membawa beberapa jenis virus. Misalnya, Aedes aegypti yang menjadi vektor demam kuning, zika, demam berdarah, Culex yang membawa virus Japanese encephatlitis dan cacing filaria. Khusus virus Japanese encephatlitis (JE), inilah salah satu penyakit yang berakibat fatal. Penyakit ini ditularkan oleh beberapa jenis nyamuk, terutama Culex tritaeniorhynchus, Culex gelidus dan Culex fuscocephala. Sekitar 9 dari 10 kasus JE terjadi pada anak-anak usia di bawah 15 tahun.

Umumnya penyakit ini tak menimbulkan gejala atau gejala tak spesifik. Beberapa kasus virus ini mudah berkembang menjadi lebih berat akibat infeksi yang dapat menimbulkan radang otak akut. Nyamuk telah beradaptasi dengan sangat baik pada lingkungan perkotaan. Nyamuk ini dapat bertelur di berbagai wadah di luar dan di dalam ruangan. Banyak spesies nyamuk, termasuk Anopheles, telah mengembangkan ketahanan terhadap berbagai insektisida yang banyak digunakan dan telah mengubah kebiasaan makan mereka untuk menghindari kelambu dan rumah yang disemprot insektisida.

Umumnya, makanan utama dari nyamuk jantan dan betina adalah nektar dan zat manis lainnya yang sebagian besar diperoleh dari tanaman. Namun, nyamuk jantan cukup memakan nektar untuk energi dan kelangsungan hidup, karena mereka tidak membutuhkan zat protein tambahan untuk bertelur.

Sementara nyamuk betina membutuhkan protein tambahan dengan memakan darah manusia dan setidaknya dua kali sehari untuk bertelur. Darah manusia terdiri dari protein dan asam amino yang penting bagi nyamuk betina untuk menghasilkan dan mengembangkan sel telur mereka.

Nyamuk dapat ditemukan dimana saja di dekat tempat manusia tinggal, baik itu di daerah tropis maupun subtropis, kecuali di daerah terdingin di dunia - Antartika.

Menurut data dari American Mosquito Control Association (AMCA), terdapat lebih dari 3,000 spesies nyamuk yang berbeda ditemukan di seluruh dunia, dan sekitar 457 di antaranya dapat ditemukan di berbagai wilayah di Indonesia.

Provinsi Irian Jaya banyak terdapat jenis nyamuk dari wilayah Australia dan sedikit jenis nyamuk dari wilayah oriental. Di Provinsi Maluku ditemukan jenis nyamuk dari wilayah Australia dan Oriental. Provinsi lain selebihnya hanya ditemukan jenis nyamuk Oriental. Jenis nyamuk yang ditemukan pada Wilayah Indonesia ditentukan oleh Faktor-faktor Lingkungan. Sehingga pada jenis nyamuk tertentu di Indonesia bagian Barat berbeda dengan nyamuk Indonesia Bagian Timur . Nyamuk hidup di alam hampir pada semua tempat baik itu di Pedesaan maunpun Perkotaan sebagaimana juga mereka hidup di Pegunungan, Pantai dan Hutan. Dalam menjaga keseimbangan Ekosistem Populasi Nyamuk tergantung pada Populasi predator.

Sebuah studi ilmiah dalam jurnal biologi yang diterbitkan pada tahun 2018 mengungkapkan bahwa otak nyamuk terdiri dari kadar dopamin yang mengajarkan nyamuk apa yang harus dihindari, dan kemana mereka harus pergi atau tuju.

Studi ini juga membuktikan bahwa nyamuk tidak hanya tertarik dengan bau manusia, namun juga memiliki kemampuan untuk dengan cepat belajar dan mengingat bau yang dikeluarkan oleh tubuh manusia.

Preferensi nyamuk juga dapat dengan mudah berubah jika bau manusia yang mereka tuju mengeluarkan sensasi bau yang mereka tidak sukai. Nyamuk juga akan cenderung untuk menghindari individu yang berperilaku defensif atau mencoba untuk memukul mereka tidak peduli betapa manisnya bau mereka.

Proses metamorfosis nyamuk pun sangat cepat. Saat nyamuk betina sudah mematangkan telur akan meletakkan beberapa di pinggiran air. Beberapa waktu kemudian, telur menetas dan menghasilan larva atau jentik dalam air. Di air ini, memakan beberapa lumut dan nutrien. Si induk kemudian terbang, tak perlu lagi memberi makan.

Beberapa hari kemudian, jentik pun menjadi pupa, perlahan menetas dan jadi nyamuk dewasa. Proses dari telur jadi nyamuk dewasa sekitar satu minggu. Nyamuk dewasa baru, biasa akan terlihat “mengambang” di permukaan air.

Ada sekitar 3.500 spesies nyamuk, dan hanya beberapa ratus spesies yang menggigit atau mengganggu manusia. Mereka hidup hampir di setiap benua dan habitat, dan memiliki fungsi-fungsi penting di banyak ekosistem. “Nyamuk telah ada di Bumi lebih dari 100 juta tahun lalu,” kata Jittawadee Murphy, ahli entomologi dari Preventive Medicine & Biostatistics, University of California, dikutip dari Nature.

“Mereka telah berevolusi bersama dengan begitu banyak spesies di sepanjang jalan. Memusnahkan spesies nyamuk dapat meninggalkan predator tanpa mangsa, atau tanaman tanpa penyerbuk,” tambahnya.

Menjelajahi dunia tanpa nyamuk lebih dari sekadar latihan dalam imajinasi: upaya intens sedang dilakukan untuk mengembangkan metode yang mungkin membersihkan dunia dari spesies yang paling merusak, pembawa penyakit.

“larva nyamuk adalah makanan yang enak dan mudah ditangkap, bagi banyak hewan Predator nyamuk” kata ahli ilmu air Richard Merritt, di Michigan State University. Dengan tidak adanya larva, ratusan spesies ikan harus mengubah pola makan untuk bertahan hidup. “Ini mungkin terdengar sederhana, tetapi perilaku makan sangat sulit berubah secara genetik, pada ikan itu,” katanya. Ikan Nyamuk [Gambusia affinis], misalnya, adalah predator khusus sangat efektif membunuh nyamuk sehingga ditebar di sawah dan kolam renang sebagai pengendali hama. Jika nyamuk hilang, ikan ini juga akan hilang dan berefek besar pada rantai makanan.

Tidaklah nyamuk diciptakan Allah SWT dengan sia-sia tanpa manfaat, hanya akal manusia belum mampu sepenuhnya menemukan arti kehadiran nyamuk di muka bumi. Setiap kepunahan yang karena sebab dipaksa oleh keinginan manusia akan selalu menciptakan efek negatif yang tak terduga.

Wallahu a’lam

Semoga Bermanfaat

(Disarikan dari berbagai sumber)

https://www.indonesiabelajar.org/project/all/paging/1

  • Bagikan Via: