Tahukah kamu, Indonesia yang terletak pada rangkaian cincin api adalah supermarket bencana ? - Indonesia Belajar

  • 2020-07-27 15:15:03

Secara geografis Indonesia terletak pada rangkaian cincin api yang membentang sepanjang lempeng pasifik yang merupakan lempeng tektonik paling aktif di dunia. Zona ini memberikan kontribusi sebesar hampir 90% dari kejadian gempa di bumi dan hampir semuanya merupakan gempa besar di dunia (Kramer, 1996). Indonesia terletak di daerah dengan tingkat aktivitas gempabumi tinggi, hal tersebut sebagai akibat bertemunya tiga lempeng tektonik utama dunia yakni : Samudera India – Australia di sebelah selatan, Samudera Pasifik di sebelah Timur dan Eurasia, dimana sebagian besar wilayah Indonesia berada di dalamnya. Pergerakan relatif ketiga lempeng tektonik tersebut dan dua lempeng lainnya, yakni laut Philipina dan Carolina mengakibatkan terjadinya gempa-gempa bumi di daerah perbatasan pertemuan antar lempeng dan juga menimbulkan terjadinya sesar-sesar regional yang selanjutnya menjadi daerah pusat sumber gempa juga. Adapun karakteristik lempeng tektonik adalah Lempeng Indo-Australia bergerak ke arah Utara dan bertumbuk dengan Lempeng Eurasia. Sementara Lempeng Pasifik bergerak ke arah Barat sedangkan Lempeng Eurasia relatif diam.

Akibat pergerakan relatif antar lempeng tektonik di Indonesia dan aktivitas sesar-sesar regional maupun lokal ribuan gempa terjadi setiap tahunnya, namun sebagian besar dari gempa-gempa tersebut hanya terdeteksi oleh alat yakni Seismograph.

Beberapa gempa besar telah terjadi dalam 10 tahun terakhir dan mengakibatkan kehilangan jiwa serta kerugian material yang mempengaruhi sektor ekonomi dan pembangunan. Beberapa gempa besar yang terjadi dalam dekade terakhir di Indonesia yaitu gempa Bengkulu 2000 (Mw7.8), gempa Aceh-Andaman Tsunami 2004 (Mw9.2), gempa Nias-Simeulue 2005 (Mw8.7), gempa Yogyakarta 2006, gempa Jawa Selatan yang diikuti tsunami 2006 (Mw7.6), gempa Bengkulu 2007 (Mw 8.4 and 7.9), gempa di Padang (Mw7.6) serta berbagai aktivitas gempa bumi terbaru lainnya. Dikutip dari Ekspedisi Cincin Api Kompas, Indonesia termasuk dalam kawasan Ring of Fire, Sabuk Alpide dan tempat bertemunya tiga lempeng benua, Indo-Australia di Selatan, Eurasia di Utara dan Pasifik di bagian Timur. Pada tahun 2018 banyak bencana alam yang menerpa negeri ini. Salah satu yang terbilang membekas di ingatan ialah tsunami di Palu dan Donggala sekitar bulan Oktober. Lalu, disusul tsunami Selat Sunda yang terjadi di wilayah Banten, khususnya Anyer, Tanjung Lesung, Carita, dan sekitarnya pada bulan Desember.

Kepala Pusat Gempa Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), mengatakan, daerah yang berada dalam kawasan Ring of Fire memiliki potensi gempa, tsunami, dan aktifnya gunung-gunung berapi.

Data Indeks Rawan Bencana Indonesia (IRBI) menunjukka bahwa ancaman tsunami Indonesia adalah 46 persen dari panjang pantai Kepulauan Indonesia, 233 dari 515 Kabupaten, dan 23 dari 34 Provinsi.

Jalur sumber gempa di antaranya meliputi Aceh, Pulau Sumatera ke arah barat di antaranya Nias, Mentawai, dan barat Enggano. Lalu ke selatan Jawa, terus lurus ke selatan Nusa Tenggara sampai masuk ke wilayah Maluku.

Wilayah Indonesia sangat aktif gempa bumi , dalam satu tahun terjadi berberapa kejadian :

  • Gempa dalam berbagai magnitudo sebanyak sekitar 5.000 - 6.000 kali
  • Gempa signifikan berkekuatan M> 5,0 sebanyak 250 - 350 kali
  • Gempa merusak terjadi sebanyak sekitar 8 - 10 kali
  • Dalam 2 tahun gempa berpotensi tsunami terjadi 1 kali.

Selain cakupan bencana alam secara Nasional, Ada 3 ancaman sumber gempa untuk daerah khususnya wilayah DKI Jakarta (pusat pemerintahan dan bisnis di Indonesia) yang perlu menjadi perhatian bersama, yaitu:

  • Zona megathrust di selatan Jawa Barat
  • Zona megathrust di selatan Selat Sunda
  • Sesar aktif di daratan Sesar Baribis, Sesar Lembang,dan Sesar Cimandiri

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menilai Indonesia memiliki risiko bencana yang sangat besar sehingga menjadi salah satu negara dengan risiko bencana tertinggi di dunia dan sudah dijuluki 'supermarket bencana'.

Doni Monardo, Kepala BNPB, menilai banjir bandang merupakan salah satu bencana yang paling berpotensi terjadi di dalam negeri. Meskipun dikategorikan sebagai pusatnya bencana, Indonesia juga memiliki banyak cadangan mineral, batubara, gas dan minyak bumi yang bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. “Disatu sisi kita kaya akan sumber daya alamnya akan tetapi disisi lain penuh dengan risiko terjadinya bencana,” jelas Doni. Maka dari itu, terjadinya bencana perlu disikapi dengan matang, salah satunya dengan menerapkan mitigasi risiko yang baik.

Walaupun Indonesia terletak di wilayah rawan bencana, Kita masih wajib bersyukur atas nikmat yang Allah telah berikan kepada kita yang hidup dan tinggal di Indonesia. Negeri yang terkenal dengan istilah Jamrud khatulistiwa, negeri gemah ripah loh jinawi di tambah kekayaan alam yang berlimpah. Semua Potensi bencana yang ada didalamnya kita sikapi dengan bijaksana. Kita rawat dan jaga negeri ini dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab dan kita senantiasa menjauhi kerusakan yang lebih besar di akibatkan oleh dosa manusia itu sendiri.

Wallahu a’lam

Semoga bermanfaat

(Disarikan dari berbagai sumber)

https://www.indonesiabelajar.org/project/all/paging/1

  • Bagikan Via: