Tahukah kamu, sejarah kenapa ban berwarna hitam - Indonesia Belajar

  • 2020-07-20 16:17:51

Ternyata, pemilihan warna pada ban memiliki sejarah tersendiri. Ban yang dibuat pada tahun 1895 berwarna putih mengikuti warna alami karet sebagai bahan utama pembuatan ban. Namun, ban berwarna putih ini tidak dapat bertahan lama dikarenakan kontur ban lebih mudah meleleh jika terkena sengatan matahari, serta tekstur ban yang berwarna putih tersebut lebih kenyal sehingga kurang nyaman saat dipakai. 

Kemudian pada sekitar tahun 1900-an sebuah perusahaan yang bernama Binney and Smith melakukan uji coba penambahan karbon berwarna hitam kedalam campuran bahan sehingga berubahlah karet ban tersebut menjadi berwarna hitam seluruhnya. Setelahnya, produsen kendaraan bermotor lainnya mulai mengikuti penggunaan ban berwarna hitam. Ban hitam inilah yang banyak digunakan hingga sekarang. Ban modern tidak hanya memiliki perbedaan ukuran, senyawa, dan struktur secara keseluruhan, tapi juga memiliki perbedaan warna.

"Ban pada mobil pertama memiliki warna yang lebih terang karena warna alami karet. Karbon hitam ditambahkan ke senyawa karet sekitar tahun 1917 dan menghasilkan peningkatan ketahanan aus sepuluh kali lipat," ujar seorang perwakilan perusahaan Ford.

Warna hitam pada ban berasal dari senyawa karbon. Karbon bersamaan dengan bahan polymer lainnya menjadi bahan kimia penstabil karet. Fungsi lainnya dari senyawa karbon adalah untuk memperpanjang usia pakai ban dengan cara melindungi ban dari efek korosi ozon. Karbon juga menyerap sinar ultra violet yang bisa dengan cepat merusak ban. Area tapak dan belt pada ban yang berkontraksi berulang-ulang menjadi panas karena menyerap sinar UV. Dan senyawa karbon mudah menyerap panas dan mudah pula melepaskannya ke jalan. Sehingga ban menjadi lebih tahan lama dan handal dengan adanya senyawa karbon.

Peningkatan umur panjang ini dikonfirmasi oleh insinyur kimia pemenang penghargaan, Jack Koenig. Dalam bukunya Spectroscopy of Polymers dia menyebut ban tanpa karbon hitam akan bertahan kurang dari 5.000 mil. Juru bicara Michelin melanjutkan, karbon hitam mewakili sekitar seperempat hingga 30 persen dari komposisi karet yang digunakan di ban saat ini. Selain membuat ban lebih tahan aus, material yang memberi ban warna hitam juga bagus dalam melindungi ban terhadap sinar ultraviolet yang dapat menyebabkan retak serta meningkatkan cengkeraman dan handling pada aspal.

Perusahaan ban Coker juga memberikan pengetahuan mengenai warna hitam ban melalui posting blog berjudul "The History and Timeline of Whitewall Tyres" yang menyebutkan bahwa sifat penguatan karbon hitam adalah kuncinya. Blog Hug the Road dari Goodyear juga menyebutkan peningkatan ketahanan terhadap ozon dan peningkatan konduktivitas untuk membantu memindahkan panas dari tapak dan sabuk sebagai manfaat kunci untuk bahan yang menghitam.

Sejarah pergeseran warna ban menjadi warna hitam cukup menarik namun juga suram. Tour Guide Museum Ford Piquette, Jack Seavitt mengatakan pada awal 1990 pembuat ban menemukan bahwa mereka bisa menambahkan magnessium oxide ke dalam karet untuk meningkatkan kekuatannya.

"Tapi magnesium oxide diperlukan dalam industri amunisi selama Perang Dunia I. Jadi mereka mengatakan kepada industri otomotif: Anda tidak dapat menggunakan kuningan lagi, dan Anda tidak dapat menggunakan magnesium oxide dalam ban. Jadi mereka disuruh untuk menggunakan sumber daya lain yang akhirnya ditemukanlah karbon hitam," tambah Jack.

Sebenarnya, ban bisa diproduksi dengan warna lain dan menggunakannya. Namun, ada alasan mengapa ban warna hitam masih menjadi pilihan. Karena warna hitam adalah absorber panas yang baik, khususnya panas dari sinar matahari. Artinya warna hitam menambah sifat heat absorber pada senyawa karbon. Penambahan pewarna lain pada karet ban berisiko mengurangi ketahanan ban, sehingga warna alami senyawa karbon yang hitam sudah sangat tepat menjadi warna dasar ban.

Ban adalah bagian dari kendaraan yang bersentuhan langsung dengan jalanan. Bisa kita bayangkan jika ban dibuat dengan warna cerah lainnya, maka kendaraan kamu mudah terlihat kusam dan kotor. Apalagi jika digunakan di jalanan setelah hujan.

Sedangkan warna hitam membuat ban lebih mudah dibersihkan dan noda dibuat tidak terlihat jelas. Ban hitam juga tidak perlu dikhawatirkan berubah warna jadi kusam, karena cukup dengan dibersihkan akan terlihat bagus kembali.

Wallahu a’lam

Semoga Bermanfaat

(Disarikan dari berbagai sumber)

https://www.indonesiabelajar.org/project/all/paging/1

  • Bagikan Via: