Yuk kita kenali dan pahami tentang makna hijrah - Indonesia Belajar

  • 2020-07-09 21:18:16

Hijrah menjadi istilah yang akhir-akhir ini banyak dibicarakan berbagai kalangan. Hijrah berasal dari bahasa Arab yang berarti 'meninggalkan, menjauhkan dari dan berpindah tempat'. Dalam konteks sejarah, hijrah adalah kegiatan perpindahan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat beliau dari Makkah ke Madinah, dengan tujuan mempertahankan dan menegakkan risalah Allah, berupa akidah dan syariat Islam.

Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berhijrah di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

(QS Al-Baqarah: 218).

Jika diperhatikan, hijrah mempunyai dua makna. Yaitu Hijrah Makaniyah dan Hijrah Maknawiyah.

Hijrah Makaniyah

Secara bahasa hijrah berarti AT-Tarku yang artinya meninggalkan, baik meninggalkan tempat maupun meninggalkan sesuatu yang tidak baik. Dalam syari’at islam hijrah diartikan meninggalkan negeri kafir menuju negeri Islam karena takut fitnah. Fitnah disini maksudnya adalah bahaya yang dapat mengancam fisik dan keimanan seorang muslim, baik secara pribadi maupun secara kelompok. Dalam siroh Nabi atau sejarah kehidupan Rasulullah, kita kenal ada dua macam bentuk Hijrah Makaniyah;

  • Hijrah ke Habasyah. Hijrah ke Habasyah bertujuan sebagai perlindungan, artinya orang-orang yang melakukan Hijrah pada umumnya orang-orang yang lemah yang patut mendapatkan perlindungan, sementara orang-orang kuat justru dilarang ikut berhijrah. Oleh sebab itu, hijrah ini bersifat sementara.
  • Hijrah ke Madinah. Hijrah ke Madinah bertujuan untuk melakukan mobilisasi umat dalam rangka meletakkan basis kekuatan dan menegakkan daulah.

Dalam aplikasinya sekarang hijrah makaniyah ini tidaklah mutlak harus dilakukan, karena hijrah makaniyah dalam bentuk pertama bisa dilakukan manakala negeri yang kita diami sudah sangat tidak aman sekali yang dapat mengancam keselamatan jiwa setiap mukmin, sehingga jangankan melaksanakan ibadah kepada Allah secara maksimal, secara minimal pun sulit dilaksanakan. Disamping itu harus ada negeri yang bisa memberi jaminan keamanan. Sedangkan Hijrah makaniyah dalam bentuk kedua sebagaimana telah dijelaskan, tujuannya adalah untuk meletakkan basis kekuatan Islam. Kalau tujuan ini dapat dicapai tanpa hijrah. Maka tidak diperlukan lagi hijrah.

Hijrah Maknawiyah

Selain pengertian diatas, dalam terminology Islam, Hijrah juga mempunyai arti meninggalkan segala bentuk yang dilarang Allah. Dalam hal ini Rasulullah bersabda : “Orang yang berhijrah itu adalah orang yang meninggalkan apa-apa yang dilarang Allah”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Meninggalkan segala bentuk yang dilarang Allah kalau dijabarkan ,bisa berarti perpindahan seorang muslim dari kufur kepada iman, dari syirik kepada Tauhid, dari Nifaq kepada Istiqomah, dari maksiat kepada taat, dari haram kepada halal. Atau dengan singkat perpindahan total seorang muslim dari kehidupan yang serba jahili menuju kehidupan yang serba Islami. Hijrah dalam pengertian ini disebut Hijrah maknawiyah (hijrah mental) atau bisa juga disebut Hijrah Qalbiyah (hijrah hati). Hijrah maknawiyah bersifat mutlak, dan kemutlakan berlaku bagi setiap muslim. Hijrah Maknawiyah sendiri dapat dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu:

  • Hijrah I’tiqadiyah (hijrah keyakinan), hijrah yang menjadikan seorang muslim mencoba meningkatkan keimanannya agar terhindar dari kemusyrikan.
  • Hijrah Fikriyah (hijrah pemikiran), hijrah yang menjadikan seorang muslim untuk memutuskan kembali mengkaji pemikiran Islam. Sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah SWT melalui Al qur’an dan berdasarkan keterangan maupun contoh dari Rasululloh SAW, demi menghindari pemikiran yang sesat.
  • Hijrah Syu’uriyyah adalah berubahnya seseorang yang dapat dilihat dari penampilannya, seperti gaya berbusana dan kebiasaannya dalam kehidupan sehari-hari. Hijrah ini biasa dilakukan untuk menghindari budaya yang jauh dari nilai Islam, seperti cara berpakaian, hiasan wajah, rumah, dan lainnya.
  • Hijrah Sulukiyyah (hijrah tingkah laku atau kepribadian). Hijrah ini digambarkan dengan tekad untuk mengubah kebiasaan dan tingkah laku buruk menjadi lebih baik. "Seperti orang yang sebelumnya selalu berbuat buruk, seperti mencuri, membunuh, atau lainnya, bertekad berubah kepribadiannya menjadi pribadi yang berakhlak mulia.

Karena hakikat hijrah adalah melaksanakan perintah Allah dengan meninggalkan kemalasan dan kedurhakaan kepada-Nya serta meninggalkan larangan-larangan-Nya dengan meninggalkan segala bentuk kesukaan atau kecintaan kita kepada kemaksiatan, maka hijrah itu harus kita lakukan sepanjang perjalanan hidup kita sebagai muslim, kesemuanya ini tentu saja menuntut kesungguhan (jihad). Karena itu, iman, hijrah dan jihad merupakan kunci bagi manusia untuk meraih derajat yang tinggi dan kemenangan dalam melawan musuh-musuh kebenaran. Allah berfirman : “Orang-orang yang beriman , berhijrah dan berjihad dijalan Allah dengan harta dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya disisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapatkan kemenangan”. (QS.At Taubah : 20)

Wallahu a’lam

Semoga bermanfaat

(Disarikan dari berbagai sumber)

https://www.indonesiabelajar.org/project/all/paging/1

  • Bagikan Via: