Waspada Boleran atau Rip Current saat sedang bermain di Pantai - Indonesia Belajar

  • 2020-06-19 07:19:55

Wisata pantai merupakan salah satu jenis wisata yang paling diminati oleh wisatawan di Indonesia. Namun, wisata pantai memiliki resiko kecelakaan yang tinggi. Salah satu bahaya yang terdapat di daerah pesisir pantai adalah Rip current. Rip Current merupakan bahaya yang signifikan untuk para pengunjung pantai. Jumlah korban wisatawan yang terseret arus dapat meningkat setiap tahunnya. Hal ini, dikarenakan kurangnya pengetahuan mengenai kondisi pantai yang dikunjungi.

Rip Current atau arus pecah adalah arus laut yang mengalir menjauhi pantai yang dapat terjadi di area pesisir dengan karakter gelombang pecah. Arus pecah terjadi di permukaan laut dan memiliki kecepatan yang cukup kuat hingga dapat mencapai 2,5 m/ detik, melebihi kecepatan berenang manusia.

Air selalu bergerak mengikuti bentuk wadahnya, begitupula air laut yang akan mengalir mengikuti bentuk dasar laut dan bentuk pantainya. Gelombang laut yang datang menuju pantai akan mengalir balik ke laut mengikuti bentuk morfologi pantai dan arah datang gelombangnya. Ketika gelombang laut yang datang membentuk sudut dengan pantai, maka akan timbul arus sejajar dengan pantai. Arus sejajar pantai ini apabila bergerak konvergen pada satu titik akan menimbulkan arus balik yang berkecepatan cukup tinggi yang disebut dengan rip current atau arus pecah. Arus ini dapat menyeret seseorang yang sedang berenang ke tengah laut.

Penyebab utama timbulnya arus pecah adalah arah datang gelombang dan morfologi pantai. Apabila gelombang datang membentuk sudut dan mengarah pada satu titik, maka ada kemungkinan timbulnya arus pecah. Morfologi pantai dengan bentuk pantai cekung ataupun adanya celah antara dua gosong (penumpukan sedimen di dasar laut) bisa menimbulkan terbentuknya arus pecah juga. Besarnya kecepatan arus pecah bergantung pada tinggi dan kecepatan gelombang yang datang, dimana hal tersebut dipengaruhi oleh kecepatan angin dan bentuk dasar perairan.

Arus pecah dapat terlihat jelas apabila dilihat dari ketinggian. Apabila dari pantai, kita bisa mengenali ciri-cirinya dari bentuk gelombang pecah yang terbentuk, aliran sedimen/ sampah laut (rumput laut, ganggang, lamun, dll.) yang mengapung di pesisir, dan bentuk pantainya itu sendiri. Perairan dengan adanya arus pecah biasanya terlihat lebih tenang, berwarna lebih gelap.

Lokasi terjadinya arus pecah ini biasanya tidak tetap pada satu lokasi, dapat berpindah-pindah bergantung arah datangnya gelombang. Kenali dan patuhi rambu-rambu dan aturan yang ada di suatu pantai untuk menghindari terseret arus pecah.

Apabila sudah terseret arus pecah, tetap tenang dan berusaha untuk tetap mengambang mengikuti arus tersebut. Perhatikan kondisi sekitar, apabila ada orang yang melihat segeralah meminta pertolongan. Apabila tidak ada, berenanglah secara tegak lurus ke kiri atau kanan dari arah arus pecah agar tidak terseret lebih jauh. Setelah itu, barulah berenang kembali ke arah pantai. Jangan pernah mencoba untuk berenang lurus melawan arus pecah, karena itu dapat menyebabkan kelelahan dan tenggelam. Atlit renang sekalipun tidak akan mampu melawan kecepatan arus ini.

Arus pecah merupakan penyebab kematian tertinggi di pantai dibandingkan hiu, badai/ siklon, dan banjir. Oleh karena itu, kita tetap perlu waspada ketika liburan di pantai. Tetap perhatikan rambu dan aturan yang ada. Ketahui lokasi penjaga pantai setempat. Tetap tenang apabila sedang terseret arus pecah ataupun hendak menolong orang yang sedang terseret arus tersebut.

Wallahu a’lam

(Disarikan dari berbagai sumber)

https://www.indonesiabelajar.org/project/all/paging/1

  • Bagikan Via: