Di Tahun Gajah Nabi Muhammad SAW Dilahirkan

  • 2019-02-11 10:54:36

Seri Sejarah Islam

Di Tahun Gajah Muhammad SAW Dilahirkan

“Aminah, segera mengungsi” Kata Abdul Muththalib sang ayah mertua kepada Aminah, namun Aminah hanya bisa terdiam. “Baraka, ajak tuanmu mengungsi ke pegunungan, cepat” begitu teriak Abdul Muththalib kepada Baraka sang pelayannya. Sekali lagi Aminah hanya diam dan tampak kebinggungan. Akhirnya Aminah pun berkata kepada Abdul Muththali sang ayah mertua: “tapi....Ayah kandunganku ini sudah besar, aku terlalu lemah untuk mengungsi.” Hal ini membuat kebinggungan Abdul Muththalib, “Tapi....lihatlah pasukan Abrahah telah sampai dipinggiran kota Makkah. Mereka akan menyerang Ka’bah”.

Benar saja, dari kejauhan tampak debu mengepul. Abrahah , raja dari Yaman datang dengan pasukan yang menunggangi gajah sebagai kendaraan perangnya, dia adalah raja yang sombong dan bernaksud menghancurkan Ka’bah. Di Yaman, Abrahah baru saja membuat taman indah dengan bangunan nan megah. Dia berharaf jika Ka’bah dihancurkan, orang-orang akan beralih ke Yaman untuk berziarah.

Ayah, bukankah Ka’bah adalah rumah Allah? Allah pasti akan menjaganya, mengapa kita kawatirkan? Kata Aminah tenang. Tahukah kalian siapakah sebenarnya Aminah tersebut? Beliau adalah Ibunda Rasulullah SAW. Ketika Abrahah menyerang , beliau sedang mengandung Muhammad saw. Dia tinggall bersama mertuanya yaitu Abdul Muththalib. Abdul Muththalib adalah seorang pemuka Quraisydari Bani hasyim. Secara turun temurun Bani Hasyim mendapat wewenang mengurus air untuk jama’ah haji, sehingga keluarganya mempunyai kedudukan tinggi di masyarakat Makkah.

Suami Aminah bernama Abdullah Bin Abdul Muththalib, telah meninggal ketika Muhammad saw baru dua bulan dalam kandungan. Abdullah pergi berdagang ke Syam, tetapi dalam perjalan pulang dia sakit sampai akhirnya meninggal dunia. Hidup tanpa suami dan dalam keadaan hamil membuat Aminah menjadi wanita yang tegar. Apalagi, sebelumnya Allah telah menghibur Aminah dengan mimpi yang indah. Ketika baru mengandung Aminah menceritakan mimpinya tersebut kepada Baraka pelayannya. “mBaraka, aku bermimpi melihat cahaya memancar dari perutku hingga menerangi seluruh pegunungan, bukit, dan lembah di sekeliling Makkah.”,   ” Tuanku, engkau akan mengandung seorang yang mulia dari perutmu!”  sahut Baraka dengan gembira.

Sekarang, ketika pasukan Abrahah tiba, Aminah menjelang melahirkan. Dia menolak ajakan mengungsi. Setelah mendengar perkataan Aminah, Abdul Muththalib tersadar, dan katanya :” Aku akan menemui utusan Abrahah!”. Bertemulah Abdul Muththalib dengan utusan Abrahah tersebut, “Kembalikan unt-untaku” Kata Abdul Muththalib tenang.

Utusan raja Abrahah pun bingung sekaligus kaget mendengar permintaan Abdul Muththalib tersebut, karena sang pemuka Quraisy ini malah meminta unta-unta yang telah dirampasnya agar dikembalikan, bukan mencegah mencegah pasukan Abrahah masuk menyerangnya. Maka utusan Abrahah pun berteriak :”Kami akan menyerang dan menghancurkan Ka’bah”. “Silahkan. Yang penting kembalikan unta-untaku sebnyak dua ratus ekor, tidak kurang satu ekorpun.” Kata Abdul Munththalib dengan mantab. “Aku akan menyerang Ka’bah...!? Ulang utusan Abrahah setengah tidak percaya mendengar jawaban Abdul muththalib. Maka dengan tegas Abdul Muththalib pun menjawab lagi :”Aku adalah pemilik unta-unta itu, sedangkan pemilik rumah itu adalah Allah yang akan melindunginya.”

Begitulah, pasukan Abrahah pun masuk kota Makkah tanpa ada yang mencegah, Mereka masuk dengan sombong. Brug, brug, brug, suara langkah gajah-gajah berdentum menginjak tanah Mekah. Dapat kalian bayangkan suasana saat itu? Gajah, kan binatang yang besarnya luar biasa dan mempunyai tenaga yang sangat kuat. Saat itu ada puluhan gajah berlari bersamaan. Debu-debu pun mengepul memenuhi langit Makkah. Syara langkah kakinya sangat berisik, seperti ada angin ribut saja.

Namun, sesaat kemudian, tiba-tiba..... “Argghhhhh!” seorang prajurit melolong kesakitan lalu mati. Disusul jeritan prajurit-prajurit yang lain yang jatuh bergelimpangan dengan tubuh hancur penuh lubang yang menganga, gajah-gajah itupun berjatuhan terbujur kaku.

Sahabatku, tahukan kalian siapa yang menyerang pasukan raja Abrahah yang besar dan kuat itu? Lihatlah di langit!....Burung-burung kecil beterbangan memenuhi angkasa bak awan gelap. Burung-burung tersebut beterbangan menyambar dan di cakar-cakarnya tergenggam batu-batu kecil yang panas lagi keras, yang diambil dari neraka. Sekali saja tubuh terkena batu-batu tersebut pasti hancur dan berlubang. Itulah burung Ababil yang diutus oleh Allah SWT untuk menyerang dan menghancurkan bergajah milik raja Abrahah. Allah SWT membuktikan Kuasa Nya dengan menhancurkan pasukan Abrahah melalui cakar-cakar dan paruh burung-burung Ababil yang kecil-kecil dalam sekejap.

Tak lama setelah peristiwa penyerangan Ka’bah.... :”Api padam, api padam, api padam!” teriak seorang pendeta Majusi panik. Orang-orang yang sedang berkeliling menyembah api menjadi kaget. Para pendeta berlarian panik untuk menyelamatkan diri. Sudah ribuan tahun api tersebut tak pernah padam lho, sahabat> Aneh bukan !?......

Sementara itu......................... Brug!...brug!”,tiba-tiba empat belas pilar istana Kisra di Romawi runtuh tanpa sebab apa-apa.  Itulah peristiwa aneh yang terjadi dalam waktu bersamaan. Api di Persia yang biasa disembah orang Majusi tiba-tiba padam. Pilar istana Kisra di Romawi yang sangat kokoh runtuh secara tiba-tiba,bahkan banyak berhala-berhala di seluruh dunia tumbang dan hancur.

Ada apa gerangan? Apa yang sebenarnya terjadi ? Mari kita kembali ke Lembah Makkah. Di sana terpancar cahaya terang menyinari Makkah dan sekitarnya. Saat itu pintu surga dibuka dan Malaikat bertasbih menyambut kelahiran seorang bayi  manusia yang sangat mulia dari perut Aminah. Abdul Muththalib sangat senang dengan kelahiran cucunya tersebut, dia langsung membawanya thawaf ke Ka’bah. Orang-orang Quraisy pun berkerumun untuk menyambut kelahiran bayi yang bersih lagi tanpan nan sehat  tersebut.  Lalu di hadapan kaum Quraisy yang mengerumi Abdul Muththalib p[un berbica :” Saya namai dia Ahmad”, sehingga kaum Quraisy pun merasa aneh dengan nama tersebut, katanya :”Nama yang aneh, belum ada seorangpun yang memakai nama tersebut”  celetuk sanak saudaranya. Bahkan Tsuwaibah, budak Abu Lahab berlari-lari ke rumah tuannya guna memberitahukan berita gembira tersebut.  Setelah mendengar kabar gembira tersebut giranglah Abu Labhab :”Wahai Tsuwaibah, sebagai tanda syukurku atas kelahiran keponakanku, anak dari saudara laki-lakiku (Abdullah), dengan ini kamu adalah lelaki merdeka mulai hari ini.”

Saking gembiranya Abu Lahab sampai memerdekakan budaknya. Saat itu kelahiran Nabi Muhammad saw disambutnya dengan bangga. Dia tidak mengetahui bahwa bayi ini kelak akan menjadi rasul dan di sisi lain Abu Lahab orang yang paling kerang penentangannya terhadap dakwah rasul.

Sahabatku, Subhanallah, walhamdulillah tsuma Alhamdulillah, kelahiran Nabi Muhammad saw tidak hanya disambut gembira oleh keluarganya tetapi seluruh alam semesta  termasuk malaykat-malaykat menyambutnya dengan suka ria. Telah lahir manusia paling mulia yang menjadi rahmat ‘alamin dengan syiar islamnya.

Sahabatku....Nabi Muhammad saw orang yang luar biasa, ayo belajar islam secara sungguh-sungguh agar kita bisa meneladani nya.

#IndonesiaBelajar

  • Bagikan Via: