Ibnu Thufail (1105 M) Ilmuwan Muslim Ahli Kedokteran -Indonesia Belajar

  • 2020-02-19 07:53:31

Ibnu Thufail merupakan filsuf, dokter dan pejabat pengadilan Muslim Andalusia. Nama lengkapnya adalah Abu Bakr Muhammad bin Abdul Malik bin Thufail al-Qaisi al-Andalusi dengan nama latin Abubacer.

Ibnu Thufail lahir di Guadix dekat Granada tahun 1105. Ia adalah murid Ibnu Bajjah atau Avempace. Ibnu Thufail menjabat sebagai dokter untuk Abu Ya'qub Yusuf, penguasa Spanyol Islam Andalusia saat itu. Ibnu Thufail Menganjurkan Ibnu Rusyd kepada Abu Ya'qub Yusuf sebagai dokter pengganti dirinya pada tahun 1169. Ibnu Thufail pensiun pada tahun 1182 dan meninggal bebrapa tahun kemudian di Maroko.

Novel Hayy bin Yaqzan

Karya yang dihasilkan oleh Ibnu Thufail diketahui tak banyak jumlahnya, namun karangannya Hayy bin Yaqzan (Hidup, Putra Kesadaran), sebuah novel filsafat terkenal, merupakan salah satu diantara buku-buku yang paling cemerlang pada abad-abad pertengahan. Dalam buku tersebut, Ibnu Thufail berusaha membuktikan kebenaran tesis kesatuan kebijaksanaan rasional dan mistis melalui kisah fiktif.

Melalui kisah tersebut, Ibnu Thufail ingin memberikan solusi terhadap permasalahan yang ditimbulkan oleh pertentangan antara filsafat dan agama, akal dan iman, seperti halnya Hayy, yang dalam novel tersebut digambarkan akhirnya menyadari bahwa kebenaran itu memiliki dua wajah, yakni internal dan eksternal. Ia menegaskan bahwa dalam mencapai kebenaran, media yang digunakan ada banyak dan beragam.

Hayy bin Yaqzan sendiri merupakan roman filsafat, dan kisah alegori lelaki yang hidup sendiri di sebuah pulau dan dan yang tanpa hubungan dengan manusia lainnya menemukan kebenaran dengan pemikiran yang masuk akal, dan kemudian keterkejutannya pada kontak dengan masyarakat manusia untuk dogmatisme, dan penyakit lainnya.

Dalam kisah itu, dia menampilkan sebuah novel aligoris yang mengkisahkan seorang bayi yang tedampar di hutan dan di rawat oleh seekor rusa sampai bayi itu dewasa. Tanpa latar belakang sosial budaya, anak itu dapat tumbuh dewasa dengan intelegensi yang tinggi dan mampu mencapai tingkat spiritualitas yang paling tinggi. Sehingga ia mampu menyingkap rahasia dibalik dunia ini dan mencapai titik Musyahadah, akhirnya dapat menemukan kebenaran sejati.

Karya fenomenal yang berbau filosofis-mistis mengenai bagaimana akal pikiran mampu menangkap, merenungkan dan menyimpulkan bahwa segala sesuatu ada yang menggerakan dan penggerak itu tiada lain adalah Tuhan Pencipta Alam Semesta.

Ibnu Thufail, menurut astronom al-Bitruji serta Ibnu Rusyd dalam komentarnya terhadap Aristoteles Metaphysics, juga mempunyai banyak gagasan orisinil di bidang astronomi. Dan gagasan itu ternyata banyak memberi pengaruh kepada usaha-usaha yang dilakukan oleh al-Bitruji untuk menyanggah dan sekaligus membuktikan kekeliruan teori Ptolemaios lingkaran-lingkaran epicycles dan excentris.

Pemikiran Ibnu Tufail banyak mempengaruhi Ibnu Rushd alias Averroes (1126- 1198 M). Ibnu Rushd dikenal sebagai salah seorang murid Ibnu Tufail yang sukses. Bahkan, menurut catatan sejarah, astronomer Nur Ed-Din Al-Bet rugi juga sempat menimba ilmu dari Ibnu Tufail. Ibnu Rushd adalah murid kesayangan Ibnu Tufail. Tak heran jika ia merekomendasikan Ibnu Rushd menggantikannya setelah pensiun.

Pada tahun 578 H/1182 M, Ibnu Thufail yang kebetulan memasuki usia senja, beliau diminta digantikan kedudukannya oleh Ibnu Rusyd sebagai dokter pribadi Khalifah.

Karya Ibnu Thufail

Ada banyak karya yang telah ditulis Ibnu Thufai. Salahsatunya seperti Muraja’at wa Mabahits (Revisi-revisi dan Pembahasan), Arjuzah fi at-Thib sepanjang 7700 bait, Risalah Hayy Ibnu Yaqzan Fi Asrar Al-Hikmah Al-Masyriqiyyah, Asrar Al-Hikmah Al-Masyriqiyyah (Rahasia-rahasia Ketimuran) itu hanyalah ringkasan dari buku Hayy Ibnu Yaqzhan.

Menurut Ibnu Khatib, ada dua buku tentang kedokteran yang bisa nyatakan sebagai karya Ibnu Thufail, setidaknya ditulis oleh dua orang muridnya yang dipersembahkan kepada Ibnu Thufail, yaitu Al-Bithruji yang mengarang Kitab Al-Hai’ah dan karya Ibnu Rusyd yang berjudul Fi al-Buqa’ al-Maskunah sa al-Ghair al-Maskunah. Ia juga menulis dua buah naskah tentang ilmu kedokteran yang banyak hubungannya dengan karya medis Ibnu Rusyd, yakni al-Kulliyat.

Wallahu a’lam.

Semoga bermanfaat dan terimakasih.

https://www.indonesiabelajar.org/project/all/paging/1

Sumber : -1000+ Kejayaan Saints Muslim, -Hadi, Saiful. 2013. 125 Ilmuwan Muslim Pengukir Sejarah. Jakarta: Insan Cemerlang dan Intimedia Cipta Nusantara. Cet. Pertama.

  • Bagikan Via: