Menjaga Lisan -Indonesia Belajar

  • 2020-02-17 06:32:32

Banyak orang yang masuk neraka dikarenakan perkataannya. "Lisan adalah anggota tubuh yang paling elastis. Tidak bertulang. Diciptakan tanpa tulang sehingga mudah digerakkan.

Lisan merupakan nikmat yang didatangkan oleh Allah SWT. Dengan lisan, manusia bisa merasakan nikmatnya berbicara. Namun, ketika diberi nikmat berbicara, ada tanggung jawab yang juga harus dipikul oleh manusia. Setiap kata-kata yang diucapkan oleh manusia akan dicatat oleh malaikat.

Allah SWT dalam QS Qaaf ayat 16-18 berfirman, yang artinya :

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya", '(yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.' 'Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir'."

Dalam surat itu diatas disebutkan bahwa semua perkataan yang keluar dari mulut manusia dicatat oleh malaikat. Keluhan dan aduan pun dicatat. Inilah yang menjadi pertanggungjawaban dari ucapan yang telah diucapkan.

Maka dari itu Kaum Muslimin hendaknya bisa berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara. Apa pun yang akan diucapkan harus diperhatikan apakah sesuai dengan prinsip kaidah islam yaitu hukum syara. Nabi SAW bersabda, "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam." Berbicara yang baik berarti berbicara yang sesuai dengan ketentuan hukum syara.

Nabi juga pernah ditanya oleh seseorang dari Arab Badui. Ia berkata, "Ya Rasul beri aku sebuah wasiat, tapi jangan Panjang-panjang." Nabi pun menjawab, "Janganlah kamu berbicara dengan satu perkataan yang mem buat kamu nantinya harus meminta maaf. Jika kamu berdiri shalat maka lakukanlah seolah-olah itu shalat terakhirmu. Dan jangan berambisi atas apa yang ada di tangan orang lain."

Dari Mu'adz bin Jabal RA, ia mengatakan, "Aku bertanya, 'Wahai Rasulullah, beritahukan kepadaku tentang amalan yang akan memasukkan ku kedalam surga dan menjauhkanku dari neraka.' Beliau bersabda, 'Sungguh kamu bertanya tentang suatu yang besar, dan sesungguhnya itu sangat mudah bagi siapa yang di mudahkan oleh Allah; yaitu kamu menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan berhaji ke Baitullah.'

Kemudian beliau bersabda, 'Maukah aku tunjukkan kepadamu tentang pintu-pintu kebajikan? Puasa adalah perisai, sedekah menghapuskan kesalahan sebagaimana air memadamkan api, dan shalat yang dilakukan seseorang di tengah malam.' Kemudian beliau membaca, 'Lambung mereka jauh dari tempat tidur nya' hingga 'yang telah mereka kerjakan.'

Kemudian beliau bertanya, 'Maukah aku beritahukan kepadamu tentang pokok urusan, tiangnya, dan puncaknya?' Aku menjawab, 'Tentu, wahai Rasulullah.' Beliau bersabda, 'Pokok segala urusan ialah Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncaknya ialah jihad.'

Kemudian beliau bertanya, 'Maukah aku beritahukan kepadamu tentang inti semua itu? Aku menjawab, Tentu, wahai Ra sulullah. Lantas beliau memegang lisannya seraya bersabda, 'Tahanlah ini padamu.' Aku ber tanya, Wahai Nabi SAW, apakah kami akan dihukum karena apa yang kami ucapkan?  Beliau menjawab, Semoga ibumu kehilangan kamu! (ungkapan terkejut). Tidak ada yang menjatuhkan wajah manusia (Leher manusia) ke dalam neraka, melainkan hasil lisan mereka (yang buruk)'." 

Wallahu a’lam.

Semoga bermanfaat dan terimakasih.

https://www.indonesiabelajar.org/project/all/paging/1

  • Bagikan Via: