Keutamaan Waktu Setelah Ashar di Hari Jum'at -Indonesia Belajar

  • 2020-01-17 06:57:25

Salah satu waktu mustajab untuk berdoa adalah ba’da ashar di hari Jumat. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam,

‘Pada hari Jumat terdapat dua belas jam (pada siang hari), di antara waktu itu ada waktu yang tidak ada seorang hamba muslim pun memohon sesuatu kepada Allah melainkan Dia akan mengabulkan permintaannya. Oleh karena itu, carilah ia di akhir waktu setelah ‘Ashar.’ (H.R. Abu Dawud).

Iman Ahmad rahimahullah mensfesifikan bahwa waktu mustajab itu adalah ba’da Ashar, beliau berkata,

“Kebanyakan hadits mengenai waktu yang diharapkan terkabulnya doa adalah ba’da ashar dan setelah matahari bergeser (waktu Salat Jumat).” (Lihat Fatwa Sual Wal Jawab no. 112165)

Ibnul Qayyim berkata,

“Waktu ini ini adalah akhir waktu Ashar dan diagungkan oleh semua orang yang beragama.” (Zadul Ma’ad1/384).

Bagaimana maksud ba’da ashar tersebut? Berikut penjelasan Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid hafidzahullah. Beliau berkata,

“Bagi yang menginginkan mencari waktu mustajab setelah Ashar Hari Jumat, ada beberapa cara:

Tetap tinggal di masjid setelah Salat Ashar, tidak keluar dari masjid dan berdoa. Ditekankan ketika akhir waktu Ashar (menjelang magrib), ini adalah kedudukan tertinggi.

Ia berangkat ke masjid menjelang magrib kemudian shalat tahiyatul masjid, berdoa sampai akhir waktu Ashar ini adalah kedudukan pertengahan.

Ia duduk ditempatnya –rumah atau yang lain- berdoa kepada Rabb-nya sampai akhir waktu Ashar. Ini adalah kedudukan terendah. (Fatwa Sual Wal Jawab no. 112165).

Perhatikan bagaimana semangat para salaf dahulu memanfaatkan berkahnya waktu ba’da Ashar di Hari Jumat.

Ibnul Qayyim berkata,

“Dahulu Sa’id bin Jubair apabila telah Salat Ashar, ia tidak berbicara dengan seorang pun sampai tenggelam matahari (Maghrib) karena sibuk dengan berdoa.” (Zadul Ma’ad 1/384)

“Dahulu Thawus bin Kaisan jika Salat Ashar pada Hari Jumat menghadap kiblat, ia tidak berbicara dengan seorang pun sampai tenggelam matahari (maghrib).” (Tarikh Waasith).

Hal ini juga bisa dilakukan oleh kaum hawa di rumahnya, setelah Salat Ashar wanita berdoa dan berharap dimustajabkan. Demikian juga orang yang terhalangi untuk Salat Ashar di masjid seperti dengan sakit atau ada udzur lainnya.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan,

“Zhahir hadits adalah mutlak, yaitu barangsiapa yang berdoa di waktu musjatab pada akhir hari Jumat (yaitu menjelang maghrib, karena akhir hari dalam hijriyah adalah maghrib). Diharapkan bisa dkabulkan, akan tetapi jika ia menunggu shalat di masjid tempat shalat magrib, ini lebih hati-hati karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘ia menegakkan shalat’. Orang yang menunggu sebagaimana kedudukan orang yang shalat maka dalam keadaan shalat lebih diharapkan mustajab. Orang yang menunggu shalat sebagaimana orang shalat. Jika ia sakit bisa dilakukan di rumahnya, tidak mengapa. Atau wanita yang menunggu Salat Maghrib di mushallanya (tempat shalat di rumah), atau yang sakit di mushallanya berdoa di waktu Ashar dan berharap mustajab. Jika ia ingin, menuju masjid tempat ia ingin Salat Maghrib lebih awal, duduk menunggu salat dan berdoa.” (Majmu’ Fatawa bin Baz 30/270).

Wallahu a’lam.

Semoga bermanfaat dan terimakasih.

https://www.indonesiabelajar.org/project/all/paging/1

 

  • Bagikan Via: