MAK, Bolehkah Aku Membeli Waktumu -Indonesia Belajar

  • 2020-01-07 14:12:57

Banyak sekali wanita yang ingin menjadi seorang wanita karier. Banyak sekali wanita yang tidak ingin menghabiskan waktunya hanya di dalam rumah saja. Karena keinginan tersebutlah maka banyak sekali wanita yang mau kuliah tinggi. Wanita-wanita tersebut tidak mau jika nanti nasib mereka seperti ibu atau neneknya yang selama 24 jam terkurung tak berdaya di dalam rumahnya.

Saat ini, banyak sekali wanita yang menduduki posisi penting dalam instansi seperti misalnya presiden. gurbenur, dokter, dosen, menteri, duta besar, dan sebagainya. Banyak sekali wanita yang bisa melakukan pekerjaan yang semula hanya bisa dikerjakan oleh kaum pria. Semua itu tentunya bisa menjadi pembuktian bahwa wanita pun bisa mandiri, wanita bisa mencari duit sendiri dan wanita juga bisa menentukan nasibnya sendiri.

Namun sayangnya, kebahagiaan para wanita dengan kariernya tersebut tidak serta-merta menjadi kebahagiaan untuk keluarganya. Banyak anak yang terabaikan dan kurang kasih sayang. Mereka main sesuka mereka, tidak mengenal waktu. Tidak ada yang menyuruhnya untuk mengerjakan salat jika sudah tiba waktunya, jam istirahat jadi terbengkalai, lupa makan siang, dan sebagainya. Kebahagiaan sang ibu menjadi bahagia yang semu, karena nya dirinya sajalah yang bahagia, bukan keluarganya. Banyak sekali kesedihan ketika seorang anak harus menjalani hari-harinya tanpa kehadiran dan perhatian seorang ibu.

PERTAMA, seorang anak akan bingung kepada siapa ia akan bercerita tentang suka dukanya di sekolah. Kadang kala ada seorang anak yang ingin bercerita kepada saja tentang apa saja yang ia alami di sekolah. Kadang kala ada seorang anak yang ingin bercerita kepada orangtuanya tentang pelajarannya yang dihadapinya. Barangkali, ada yang ingin bercerita tentang kebahagiaannya setelah bertemu dengan sahabat barunya, dan masih banyak lagi. Akan tetapi, harapan itu pupus ketika ia pulang ke rumah, anak dan tidak mendapati ibunya di sana.

KEDUA, seorang anak yang kebingungan ketika mendapatkan tugas dari sekolahnya. la berharap ada sosok yang bisa membantunya mengerjakan tugas. Ibu adalah wanita yang memiliki kehangatan dan kesabaran bu pasti bisa menerangkan berbagai macam kesulitan alami oleh putra-putrinya. Ibu pasti bisa memberikan jalan keluar untuk setiap kesulitan yang dihadapi oleh anaknya.

KETIGA, seorang anak bisa saja merindukan masakan ibunya. Hal yang wajib untuk dipahami oleh para ibu adalah bahwa seenak apa pun masakan restoran, tidak akan pernah mengalahkan enaknya masakan seorang ibu Mengapa? Rahasia enaknya masakan seorang ibu bukan dilihat dari berapa siung bawang putih yang mereka gunakan maupun berapa banyak bumbu yang digunakan, tapi karena seorang ibu selalu memasak masakan dengan penuh cinta.

Tidak bisa dipungkiri bahwa masakan adalah salah satu bentuk pembuktian rasa cinta. Di dapurlah, terkadang bisa ditemukan cinta sejati seorang ibu. Maka jangan heran ketika ada ayah dan anak yang menggodai seorang ibu yang sedang memasak. Hal tersebut dikarenakan mereka sedang melihat sebuah pemandangan yang tidak akan pernah mereka temui di manapun. Di mana lagi mereka bisa melihat seorang ibu yang tetap tersenyum ketika sedang diganggu oleh anak-anaknya? Di mana lagi mereka bisa melihat seorang ibu yang bisa menggoreng tempe sambil meninabobokan anaknya?

Itu hanya terjadi di dapur. Itu hanya terjadi ketika seorang ibu sedang memasak. Kemudian, di mana sisi romantis itu ketika dapur-dapur hanya diisi oleh asisten rumah tangga? Adakah seorang anak yang mengganggu seorang asisten rumah tangga yang sedang memasak? Tidak ada dan tak kan pernah ada. Sekalipun ada, suasananya pun akan jauh berbeda.

KEEMPAT, seorang anak bisa saja tumbuh menjadi pribadi yang miskin cinta. Seringkali orangtua salah paham dengan kebutuhan anak kecil. Orangtua berpikir bahwa mereka hanya butuh harta. Orangtua berpikir bahwa mereka hanya butuh sekotak mainan. Orangtua berpikir bahwa anak-anak akan bahagia ketika ada bola, mainan Lego, boneka Barbie, Spider-Man, ataupun Captain America di hadapannya.

Enggak, mereka tidak butuh semua itu. Mereka butuh kehadiran orangtua mereka. Anak-anak kita butuh perhatian kita. anak-anak ingin mendengar pertanyaan- pertanyaan kita, "Sudah makan, sayang?" Anak-anak kita ingin mendengar kita meninabobokan mereka, meskipun dengan suara yang cempreng sekalipun.

Apalah artinya mainan bagus? Apalah artinya tambahan uang saku? Apalah artinya sebuah rumah yang mirip dengan istana? Tanpa kehadiran seorang ibu, semua itu tidak artinya. Tanpa kehadiran dan perhatian seorang ibu, limpahan harta benda tidak akan ada manfaatnya sama sekali.

Sumber : Book, CARA RASUL MENDIDIK ANAK

Wallahu a’lam.

Semoga bermanfaat dan terimakasih.

https://www.indonesiabelajar.org/project/all/paging/1

  • Bagikan Via: