Penemu Hukum Cosinus Pertama Kali -Indonesia Belajar

  • 2019-12-04 04:05:17

Jamshid al-Kashi merupakan astronom dan matematikawan muslim yang lahir di Kashan, Persia tahun 1380. Dalam astronomi, ia banyak menelurkan karya seperti kitab 'Khaqani Zij' yang berisi tabel yang menghitung perubahan sistem kordinat benda langit. Kemudian ia menulis kitab Sullam A Sama' yang berarti 'Tangga Lang it' yang berisi pemecahan masalah yang ditemui oleh para astronom pendahulunya. Kitab tersebut menentukan jarak dan ukuran benda- benda langit seperti bumi, bulan, matahari dan bintang.

Al-Kashi juga menciptakan sebuah mesin mekanis penghitung sistem planet atau planetary computer yang dinamai Plates of Zones. Alat ini secara luar biasa menggambarkan beberapa pemecahan masalah sistem planet termasuk memperkirakan posisi yang tepat pada garis bujur matahari, bulan dan planet dalam hal orbit eliptikalnya. Alat tersebut Juga memperkirakan garis lintang benda langit dan garis edar matahari. Al-Kashi juga menciptakan alat Plate of Junctions, sebuah alat penghitung untuk menentukan kapan konjungsi planet terjadi.

Jamshid al-Kashi mempunyai nama lengkap Ghiyath al-Din Jamshid Mas'ud al-Kashi. la lebih termashyur dalam bidang matematika walaupun banyak memberikan sumbangan dalam dunia astronomi. Al-Kashi lahir di Kashan, Iran Tengah yang waktu itu merupakan wilayah kekuasaan penakluk Asia, Timur Leng. Al-Kashi mulai berkembang sebagai ilmuwan ketika Timur Leng meninggal dan digantikan oleh anaknya, Sharukh Mirza yang sangat tertarik pada ilmu pengetahuan. Mirza bernama Ulugh Beg kemudian berkuasa dan menjadikan Samarkand sebagai kota ilmu pengetahuan. Al-Kashi akhirnya menjadi astronom penting pada Observatorium Ulugh Beg dan menjadi ahli matematika terbaik yang pernah dimilik Persia. Selama hidupnya, al-Kashi telah menyumbangkan dan mewariskan sederet penemuan penting bagi astronomi dan matematika.

1. Bidang Astronomi
Buku tabel astronomi Khaqani Zij
Dalam buku tersebut terdapat tabel trigonometri yang berisi fungsi sinus, tabel gerakan longitudinal matahari, bulan, juga planet-planet. Al-Kashi juga membuat tabel garis bujur dan garis lintang yang paralaks dengan garis lintang, tabel gerhana, juga tabel saat bulan dapat dilihat.

Risalah Instrumen observasi astronomi
Pada 1416, al-Kashi menulis buku berjudul Risalah Instrumen Observasi Astronomi. Dalam buku tersebut, al-Kashi menggambarkan berbagai macam instrumen yang berbeda untuk observasi astronomi seperti triquetrum, bola armillary , equinoctial armillary juga solsticial armillary, sinus, sextant , Fakhri sextant di tempat observatorium Samarkand.

Plate of Conjunctions
Al-Kashi menemukan Plate of Conjunctions semacam alat analog perhitungan yang digunakan untuk menentukan waktu dan hari kapan konjungsi planet akan terjadi.

2. Bidang Matematika
Hukum Cosinus
Di Prancis, Hukum Cosinus dikenal sebagai Theoreme d'Al-Kashi (Teorema Al-Kashi). Sebab Al-Kashi merupakan orang yang pertama yang menemukan hukum tersebut. Dia juga memberikan sejumlah alasan mengapa Hukum Cosinus bisa digunakan untuk memecahkan masalah-masalah yang berhubungan dengan segitiga.

Risalah Kord dan Sinus
Dalam bukunya yang berjudul Risalah Kord dan Sinus, dia menghitung nilai sin 1° dengan sangat akurat. Dari semua ilmuwan matematika pada masanya, hanya Al Kashi yang bisa menilai sin 1° dengan akurat hingga muncullah seorang ahli matematika pada abad ke-16 yakni Taqi al-Din.

Al-Kashi juga mengembangkan berbagai macam metode untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan persamaan kubik yang baru dipelajari di Eropa beberapa abad setelah penemuannya. Untuk menghitung nilai sin 1° dengan tepat, Al-Kashi menemukan rumus matematika yang sering disebut sebagai persembahan kepada Francois Viete.

Pecahan desimal
Pecahan desimal yang digunakan oleh orang-orang Cina pada zaman kuno selama berabad-abad, sebenarnya merupakan pecahan desimal yang diciptakan oleh al-Kashi. Pecahan desimal ini merupakan salah satu karya besarnya yang memudahkan untuk menghitung aritmatika yang dia bahas dalam karyanya yang berjudul Kunci Aritmatika yang diterbitkan pada awal abad ke-15 di Samarkand.

Segitiga Khayyam
Untuk menandingi kebesaran segitiga Pascal, di Persia dikenal Segitiga Khayyam dari nama Omar Khayyam. Segitiga Pascal pertama kali diketahui dari sebuah buku karya Yang Hui yang ditulis pada tahun 1261, salah seorang ahli matematika Dinasti Sung yang termasyhur.

Namun, sebenarnya segitiga tersebut telah dibahas dalam buku karya Al Kashi yang disebut dengan Segitiga Khayyam. Dan kita semua tahu bahwa ilmu di Cina dan Persia itu sudah tua. Sedangkan segitiga Pascal yang dibahas oleh Peter Apian, seorang ahli Aritmatika dari Jerman baru diterbitkan pada 1527. Sehingga bisa disimpulkan bahwa Segitiga Khayyam muncul terlebih dulu sebelum segitiga Pascal.

Wallahu a’lam.

Semoga bermanfaat dan terimakasih.

https://www.indonesiabelajar.org/project/all/paging/1

 

  • Bagikan Via: