Astronom Terbesar Abad Pertengahan (Indonesia Belajar)

  • 2019-11-27 11:16:14

Ulugh Beg adalah Sultan Khorasan yang juga merupakan ahli astronomi dan matematika. Ulugh Beg lahir di Soltaniyah, Iran, pada tahun 1394. la adalah cucu Timur Leng (Amir Timur) yang termasyhur sebagai penakluk Asia. Ulugh Beg membangun Samarkand menjadi sebuah pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan muslim. la turun tangan secara langsung melakukan kajian dan pengamatan tentang bintang-bintang. Hasil-hasil pengamatannya terhimpun antara lain dalam kitab Zij-i- Djadid-iSultani.

Untuk menghormati pencapaian Ulugh Beg dalam astronomi, pada tahun 1830 sebuah kawah di Bulan dinamai Ulugh Beigh oleh astronom Jerman bernama Johann Heinrich von Madler Ulugh Beg kemudian dianggap sebagai astronom terbesar abad pertengahan.

Pada tahun 1420, Ulugh Beg membangun sebuah observatorium di Samarkand untuk mengamati planet- planet dan bintang-bintang. Ulugh Beg berhasil membuat tabel-tabel astronomi matahari, bulan dan planet-planet lain yang diamati dengan kecermatan tinggi. Tingkat keakuratannya tidak terlalu jauh berbeda dengan hasil pengamatan astronom modern yang menggunakan berbagai teleskop yang canggih. Bangunan observatorium Ulugh Beg berwujud sebagai peralatan raksasa yang dirancang sedemikian rupa untuk mengamati bintang-bintang di satu lokasi yang tetap di cakrawala.

Ulugh Beg sebenarnya merupakan nama gelar yang berarti 'Penguasa Agung'. la mempunyai nama asli Mirza Muhammad Taraghay bin Shahrukh Ulugh Beg. Di kota Samarkand yang dijadikannya pusat kebudayaan dan pengetahuan, ia menulis lirik-lirik syair, buku-buku sejarah dan mengkaji Al-Qur'an.

Sampai sekarang bangunan- bangunan dan monumen-monumen peninggalan Ulugh Beg dapat kita lihat di kota Samarkand. Kekuasaannya sangat luas yang kini menjadi negara-negara Uzbekistan, Tajikistan. Turkmenistan, Kirgistan, Kazahstan, dan Afganistan. la berkuasa selama hampir setengah abad dari tahun 1411 sampai 1449.

Tahun 1908, di bawah reruntuhan kota kuno Afrasiyab, Samarkand, Vladimir Viyatkin, seorang arkeolog asal Rusia, terkesima menatap sebuah bentuk bangunan aneh menjulang di hadapannya. Dari hasil penggaliannya itu, akhirnya ia dapat mengenali bangunan itu sebagai sextant atau kuadran berukuran raksasa.

Arkeolog amatir itu akhirnya sadar bahwa ia sedang berada di sebuah observatorium peninggalan abad ke-15. Inilah penemuan kembali Observatorium Ulugh Beg yang megah dan terbesar di dunia pada masanya. Di sini pula astronom termasyur lain seperti Ali Qushji dan Al-Kashi menghasilkan karya besar astronomi.

Wallahu a’lam.

Semoga bermanfaat dan terimakasih.

https://www.indonesiabelajar.org/project/all/paging/1

  • Bagikan Via: