Ibnu Abbas Dan Gravitasi

  • 2019-10-09 05:43:35

Berabad-abad tahun yang lalu, islam telah menuliskan tinta emas dalam buku sejarah, sejarah mencatat ilmuwan muslim banyak memberikan sumbangsih pemikiran pada perkembangan ilmu pengetahuan. Tak sedikit dari tulisan-tulisan mereka di bidang kedokteran, astronomi, matematika, fisika, ilmu bumi, bahasa, geologi, mineralogi, sejarah, dan cabang ilmu lainnya.

Umat Muslim  terdahulu menunjukkan bahwa mereka tidak terbelakang dalam hal pendidikan. Mereka bukanlah kaum peniru, tapi pengukir sejarah. Inilah warisan yang harus kita tanamkan pada generasi emas masa kini.

Siapa yang tak mengenal Sir Isaac Newton yang pada tahun 1687 M ia menuliskan sebuah buku yang berjudul 'Philosophiae Naturalis Principia Mathematica', ia menjadi populer melalui teorinya tentang gravitasi bumi. Tapi, jauh sebelum Sir Isaac Newton mengemukakan tentang teorinya, ada salah satu sahabat Rasulullah yang lebih dahulu menjelaskan tentang gravitasi, dialah Ibnu Abbas.
.
Ibnu Abbas mendapat gelar Turjuman Al Qur’an (Penafsir Al Qur’an), Hibrul Ummah (Guru Umat), Ra'isul Mufassirin (Pemimpin Mufasir), dan Al Bahr (Lautan). Karena keluasan ilmu yang dimiliki, ia mendapat tempat tersendiri di kalangan sahabat Rasulullah.
.
Hingga suatu ketika Heraklius, Kaisar Bizantium mengirim surat kepada Mu'awiyah menanyakan tentang rasi bintang, gaya tarik bumi, dan lembah yang tidak pernah terkena cahaya matahari melainkan hanya satu jam. Ketika surat itu tiba di tangan Mu'awiyah, ia berkata, “Aku tidak menguasai tentang hal itu. Siapa yang mengetahui tentang hal itu?”. Lalu dikatakan, "Ibnu Abbas."
.
Surat itu lalu dikirimkan ke Ibnu Abbas, dan dia kemudian menuliskan surat jawaban kepada Heraklius yang isinya berbunyi,
.
“Gaya tarik bumi adalah pengaman bagi penghuni bumi dari bahaya tenggelam. Rasi adalah pintu langit yang yang berguna untuk membukanya. Adapun lembah yang tak terkena cahaya matahari, melainkan hanya satu jam sehari adalah laut yang menyelamatkan Bani Israil."
.

Ketajaman pemahaman yang dimiliki Ibnu Abbas mengajarkan kita untuk menjadi generasi yang tidak terkontaminasi pengaruh modernisasi, tapi memanfaatkan modernisasi untuk menunjukkan identitas diri. Cukuplah ilmu sebagai pengantar kebaikan, kata adalah alatnya, dan tindakan adalah cerminannya. Jadilah generasi emas yang menyalakan pelita, bukan yang meredupkan.
.
Sumber : Al Bidayah Wan Nihaya, Ibnu Katsir

Wallahu a’lam.

Semoga bermanfaat dan terimakasih.

https://www.indonesiabelajar.org/project/all/paging/1

 

  • Bagikan Via: