Amalan Puasa Menyambut Bulan Muharam 1441 H

  • 2019-08-30 10:31:51

Detik-detik menjelang 1 Muharam 1441 H tepatnya pada Minggu (1/9/2019), seluruh umat Islam akan menyambut datangnya tahun baru Islam 1 Muharram 1441 H. Bulan Muharram yang merupakan bulan pertama dalam penanggalan tahun Hijriyah. Bulan Muharram menjadi salah satu bulan penting dan suci bagi umat Islam selain bulan Ramadhan dan Dzulhijjah. Tahun Baru Islam 1441 H Jatuh 1 September, Inilah Doa Awal dan Akhir Tahun Serta Amalan Bulan Muharram, yang ternyata memiliki keistimewaan yakni peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah.

Rasulullah SAW juga menyebut Muharram ialah salah satu bulan yang istimewa dan disunnahkan memperbanyak amalan. Allah SWT menjelaskan dalam Al-Quran bahwa bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan yang disucikan/di istimewakan Allah SWT.

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa” (QS. At-Taubah: 36)

Amalan untuk menyambut bulan suci ini diantaranya

Amalan yang jelas sekali dianjurkan dilakukan saat bulan Muharramadalah puasa Asyura dan puasa Tasu'a. Puasa Tasu'a dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram, sementara Puasa Asyura dianjurkan untuk dilaksanakan pada 10 Muharram.

1. Puasa Tasu'ah

Puasa Tasu'ah dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram. Imam Nawawi rahimahullaah mengatakan ada tiga hikmah disyariatkannya puasa pada hari Tasu’ah:

1. Untuk menyelisihi orang Yahudi yang hanya berpuasa pada hari kesepuluh saja.

2. Untuk menyambung puasa hari ‘Asyura dengan puasa di hari lainnya, sebagaimana dilarang berpuasa pada hari Jum’at saja.

3. Untuk kehati-hatian dalam pelaksanaan puasa ‘Asyura, dikhawatirkan hilal berkurang sehingga terjadi kesalahan dalam menetapkan hitungan, hari kesembilan dalam penanggalan sebenarnya sudah hari kesepuluh.

Berikut bacaan niat puasa Tasu'ah:

"Nawaitu sauma tasu'a sunnatal lillahita’ala"

Artinya: Saya niat puasa hari tasu’a, sunnah karena Allah ta’ala

2. Puasa Asyura

Selain puasa Tasu'ah, puasa lain yang juga diutamakan di bulan Muharram adalah puasa Asyura.

Puasa Asyura dilakukan sehari setelah puasa Tasu'ah, tepatnya pada tanggal 10 Muharram.

Meski hukumnya dalam  melakukan puasa Muharam ini, tapi ternyata banyak keutamaan yang didapatkan dari melakukan puasa ini.

Berikut bacaan niat puasa Asyura:

"Nawaitu sauma Asyuro sunnatal lillahita’ala"

Artinya: Saya niat puasa hari asyura , sunnah karena Allah ta’ala

Seperti halnya puasa sunah lainya, puasa Asyura juga mempunyai keutamaan, salah satu keutamaannya ialah dapat menghapuskan dosa satu tahun yang lalu, hal ini berdasarkan hadist berikut ini.

Artinya: Dari Abu Qatadah ra. bahwa rasulullah saw bersabda: "Puasa pada hari arafah dapat menghapus dosa selama dua tahun, yaitu tahun yang berlalu dan tahun yang akan datang. danpuasa pada hari Asyura menghapuskan dosa tahun yang lalu." (H.R jamaah kecuali Bukhari dan Tirmidzi)

Itulah amalan puasa sunnah dan bacaan niat yang bisa dilakukan saat akan berpuasa di bulan Muharram.

Wallahu a’lam.

Semoga bermanfaat dan terimakasih.

https://www.indonesiabelajar.org/project/all/paging/1

  • Bagikan Via: