Prinsip dan Karakteristik Ekonomi dalam Islam

  • 2019-07-22 06:15:35

Ekonomi dalam islam adalah satu kesatuan dengan ajaran islam lainnya. Ekonomi tidak dapat dipisahkan dengan aturan shalat, puasa, berumah tangga, dan aturan lainnya. Jika ada umat islam yang menganggap dirinya muslim, maka ia tidak boleh menolak aturan islam dengan aturan ekonomi islam. Islam dan Ekonomi adalah satu kesatuan yang tidak dipisah satu per satu bagian.

Banyak yang berpikiran bahwa ekonomi berbeda dengan islam. Islam hanya mengatur ibadah sedangkan tidak mengatur ekonomi. Tentu saja ini keliru. Islam adalah agama rahmatan lil alamin yang artinya mengatur keseluruhan aspek manusia. Untuk itu segala aktivitas manusia mengarah pada landasan dan prinsip islam.

Ekonomi dalam Islam diantaranya mengatur hal-hal seperti:

  • Cara Berhutang
  • Menunaikan Zakat
  • Transaksi Jual Beli
  • Membeli Mata Uang
  • Melarang Riba
  • Cara Menunaikan Transaksi dengan Akuntable
  • dsb

Jadi, ekonomi dalam islam bersifat prinsip-prinsip dasar. Sedangkan teknisnya tergantung kepada zaman yang berkembang dan teknologi yang digunakan. Selagi tidak melanggar prinsip dasar ekonomi islam tentu tidak menjadi masalah dan itu di bolehkan dalam islam.

Prinsip dan Karakteristik Ekonomi dalam Islam

Pada pelaksanaannya, ekonomi Islam mengedapankan prinsip-prinsip ekonomi yang bertujuan untuk mensejahterakan manusia. Adapun beberapa prinsip ekonomi Islam adalah sebagai berikut:

1. Mencegah Kesenjangan Sosial

Dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat.” (QS An-Nur: 56).

Dalam ekonomi Islam diutamakan untuk memberikan bantuan kepada orang lain yang membutuhkan. Meskipun tetap memperbolehkan kompetisi, dalam hal ini bukan berarti mengesampingkan kepedulian terhadap orang lain dan lingkungan.

2. Tidak Bergantung Kepada Nasib atau Keberuntungan

Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.”…” (QS Al-Baqarah: 219).

Segala aktivitas ekonomi yang berhubungan mengandalkan keberuntungan adalah sesuatu yang dilarang dalam ekonomi Islam, contoh halnya perjudian. Prinsip ekonomi Islam mengacu pada kejelasan transaksi dan tidak bergantung pada keberuntungan yang tidak jelas, apalagai sampai melalaikan kerja keras dan ikhtiar.

3. Mencari dan Mengelola Kekayaan Alam

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS Al Jumuah: 10).

Dalam prinsip ekonomi islam, setiap manusia diharuskan mencari dan mengelola sumber daya alam sebaik-baiknya. Hal ini termasuk dalam memaksimalkan hasil bumi, hubungan kerjasama dengan orang lain, dan lain-lain.

4. Melarang Praktik Riba

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS Al-Baqarah: 278).

Jelas dalam sistem ekonomi Islam melarang praktik riba dalam proses kegiatan ekonomi karena dianggap dapat menyengsarakan peminjam dana, khususnya mereka yang kurang mampu.

5. Membuat Catatan Transaksi dengan Jelas

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar” (QS Al Baqarah: 282).

Dalam ekonomi Islam, setiap transaksi yang terjadi harus dicatat dengan baik. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya konflik atau masalah di masa depan karena adanya potensi kelalaian atau lupa.

6. Mengedapankan Keadilan dan Keseimbangan dalam Berniaga.

Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS Al Isra: 35).

Dalam ekonomi Islam juga memerintahkan agar praktik berniaga berjalan secara adil dan seimbang. Itu artinya, setiap melakukan transaksi maka pembeli maupun penjual tidak boleh melakukan hal-hal yang dapat merugikan satu sama lain, misalnya menipu atau membohongi.

Sungguh beruntungnya kita sebagai manusia yang menegakkan aturan Rukun IslamDasar Hukum Islam, Fungsi Iman Kepada Allah SWT, Sumber Syariat Islam, dan Rukun Iman. Karena di dalamnya terdapat keadilan, keseimbangan, dan jalan yang mensejahterakan bagi ummat. 

Wallahu a’lam.

Semoga bermanfaat dan terimakasih.

https://www.indonesiabelajar.org/project/all/paging/1

  • Bagikan Via: