Tak Mau Pasrah, Raihan pun Jualan Nasi Goreng untuk Biaya Kuliah

Melihat kecanggihan teknologi Jepang dan budaya disiplinnya negeri matahari terbit, membuat Raihan tertarik mempelajari seluk beluk tentang negeri Sakura tersebut.

“Menurut saya, Jepang adalah salah satu negara yang maju, oleh karenanya saya ingin sekali mempelajari banyak hal dari negeri Jepang,” ujar mahasiswa Sastra Jepang Universitas Nasional (Unas), Pasar Minggu, Jaksel.

Itu pula yang menjadi alasannya, sehingga setamat SMA langsung kuliah mengambil jurusan Sastra Jepang. “Itulah alasan mengapa saya mengambil Sastra Jepang Karena saya ingin bekerja di Kedubes Indonesia di Jepang,” kata Raihan.

Pasalnya, bila di tempatkan di Kedubes Indonesia di Jepang,  ia bisa lebih mempelajari lagi bagaimana cara masyarakat Jepang hidup. “Dan lagi saya mengagumi Jepang sebagai salah satu negara maju di dunia, saya ingin lebih dan lebih lagi belajar tentang Jepang, baik bahasa maupun budaya Jepang,” ungkap yang setiap kuliah naik kereta KRL Bogor-Jakarta.

Di tahun pertama kuliah, ia aktif mengikuti kegiatan bertemakan budaya Jepang yang diadakan kampus. Hanya saja, tatkala memasuki tahun kedua, Raihan cuti kuliah karena ketiadaan biaya. Maklumlah, ayahanda Julianto (51 tahun) yang bekerja serabutan setahun terakhir ini minim pemasukan. Sedangkan ibunda Runi Astika (52 tahun) hanya memiliki beberapa pelanggan ojek ibu-ibu yang belanja ke pasar.

“Selama cuti, saya berjualan nasi goreng di Cipanas Cianjur agar dapat mengumpulkan uang untuk biaya kuliah,” ujar lelaki yang sudah mengambil cuti selama satu semester ini.

Namun selama berjualan nasi goreng, belum ada tanda-tanda bisa menabung. Karena penghasilannya langsung habis untuk biaya kehidupan sehari-hari diri dan keluarga. “Saya ingin sekali segera menyelesaikan pendidikan kuliah saya agar saya dapat membantu kedua orang tua saya, sebagai anak yang berbakti kepada kedua orang tua,” ungkap warga Jalan Belimbing Taman Pagelaran, Ciomas, Bogor, Jawa Barat.

Untuk mengurangi beban keluarga Raihan, melalui program Indonesia Belajar (IB), Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) menggalang donasi dari kaum Muslimin. Sehingga ia bisa menggapai cita-citanya, dan kita semua mendapatkan pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin. []

Donasi yang Diperlukan:

Rp 22.700.000,- (biaya kuliah semester tiga dan empat)

Partner Lapang:

Weli Kurniawan