Naik Kelas Tiga SMK, Andhika Sudah Bisa Perbaiki Motor

Anda masih ingat dengan Andhika Sukmara? Remaja yang bercita-cita menjadi pengusaha bengkel motor tersebut. Pada 2012 nyaris tidak meneruskan sekolah ke tingkat menengah atas lantaran ketiadaan biaya. Setelah mendapat bantuan kaum Muslimin melalui program Indonesia Belajar (IB), ia pun dapat meneruskan sekolah ke SMK Al Bahri Bantar Gebang, Bekasi.

Sekarang, siswa jurusan mesin otomotif baru saja naik ke kelas tiga. Cita-citanya menjadi pengusaha bengkel motor yang sukses membuat semangatnya untuk mengaplikasikan ilmunya yang didapat di sekolah semakin gigih, terbukti ia kerap membetulkan sepeda motor milik kawan-kawannya di sekolah dan sekitar rumah.

Andhika tinggal di sebuah rumah kontrakan kecil di kelurahan Sumur Batu, Bantar Gebang dekat dengan lokasi tempat pembuangan akhir sampah. Kondisi ibunya Rustiati yang sering sakit-sakitan,  membuat Andhika prihatin serta memicunya untuk semakin giat belajar dan sering praktik memperbaiki motor agar kelak dapat membantu ekonomi ibunya dan menyekolahkan adiknya.

Dengan penuh semangat, berangkat sekolah meski menggunakan sepatu tambalan yang pernah jebol lantaran sudah lebih dari satu tahun, ia belum mendapatkan sepatu pengganti. Menjelang libur sepatu naas itu jebol lagi, bila tidak mengingat tekadnya untuk menjadi pengusaha bengkel, malu rasanya berangkat sekolah dengan kondisi seperti itu.

Di luar jam sekolah, selain memperbaiki motor, anak yatim sejak enam tahun lalu juga kerap membantu ibunya mencuci, menjemur dan menyeterika pakaian orang-orang yang mengupahnya

Untuk meringankan bebannya, melalui program Indonesia Belajar (IB), BWA kembali mengajak kaum Muslimin membantunya agar dapat membeli sepatu dan perlengkapan sekolah serta melunasi biaya daftar ulang dan SPP selama setahun. Apalagi saat ini merupakan bulan Ramadhan yang penuh berkah, Allah SWT akan melipatgandakan pahala ibadah sunah Anda ini seperti pahala ibadah wajib.[]

Donasi yang diperlukan:

Rp 3.955.000,- (sepatu dan perlengkapan sekolah Rp 300.000,-; SPP selama setahun Rp 2.880.000,- daftar ulang Rp 775.000,-)

Partner lapang:

Weli Kurniawan