Mamah, Yanti ingin sekolah seperti anak yang lainnya...?

BWA-Indonesia Belajar. “Mamah, Yanti ingin sekolah seperti anak yang lainnya...” ujar Rizkiyanti (12 tahun) merengek kepada ibundanya. Hal itu sering dilakukan tatkala melihat anak-anak tetangga berseragam sekolah dasar melintas depan rumahnya di Jalan H Musa , Petukangan Selatan, Pesanggrahan, Jakarta selatan.

yanti

(BWA sedang membayar tunggakan Rizkiyanti tahun 2015 lalu)

Anak keempat dari enam bersaudara yang sejak bayi mengidap hidrosefalus tersebut sangat ingin kembali ke bangku sekolah. Dulu, ia pernah sekolah. Baru naik kelas 2 keluar lantaran tidak tahan karena malu dengan teman sebayanya yang memperolok-olok kondisi kepalanya. Selain itu, karena masalah biaya sekolah. Waktu itu, ia sempat ditegur gurunya agar orangtuanya segera membayar uang SPP. Karena belum mampu bayar, ia pun enggan berangkat sekolah.

Namun sekarang, rupanya Yanti benar-benar ingin sekolah lagi. Sehingga meski keadaan ekonomi belum juga membaik, ayah yang hanya buruh menjahit pakaian itu menyekolahkannya ke Madrasah Ibtidaiyah Ar Ridho Petukangan Selatan.

Kecerian dan semangat sekolahnya pun kini tumbuh meski harus mengulang di bangku kelas 1 lagi. Alhamdulillah, teman-teman sekelasnya memaklumi keadaan Yanti sehingga tidak ada yang mengejek. Walhasil, ia dapat bergaul dengan mereka dan betah sekolah. 

Meski kondisinya tidak seperti teman-teman sekelasnya, ia sangat bersemangat dalam belajar terutama pelajaran agama. Kini, sudah hafal Asmaul Husna. Di rumah, ia pun gemar mengaji walau saat ini masih juz 30 yang dibacanya.

Untuk mengurangi beban keluarga Yanti, melalui program Indonesia Belajar (IB), Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslimin berdonasi. Sehingga ia bisa melanjutkan sekolah dan kita semua mendapatkan pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

Biaya yang dibutuhkan :

Rp 5.450.000  ( Tunggakan Spp 2015 Rp 1.050.000, SPP 2016/2017 12@ Rp175.0000 , Uang Buku Rp 665.000 )

 

Partner Lapang

Weli Kurniawan