Kurang Dua Tingkat Lagi Calon Ustadzah Ini Menyelesaikan Pendidikannya Di Mesir

Qonita Fairuz Salsabila seorang Mahasiswi tahun kedua Jurusan Ushuluddin, Fakultas Dirasat Islamiyah Wal Arabiyyah, Universitas Al Azhar Cairo, Mesir.

Alhamdulillah pada tahun 2017 saya termasuk di antara 1500 pelajar yang lolos mengikuti seleksi di Kementerian Agama dari sekitar 6000 pelajar yang terdaftar mengikuti seleksi studi Timur Tengah.

Atas doa dari berbagai pihak terutama kedua orang tua saya Bapak Suyono dan Ibu Marfuah Allah pun mengizinkan saya untuk bisa mengikuti bangku kuliah bersama 17 kawan sejak awal kedatangan di Negeri ini. Sebuah prestasi langka yang sebenarnya sama sekali tak pernah saya sangka.

Kesempatan emas itu justru mendorong kemampuan saya yang tidak seberapa untuk berjuang lebih di atas orang lain. Saya harus menyelesaikan sekitar 2 bulan untuk belajar di Markaz Lughoh, yang artinya dua bulan yang bisa untuk digunakan duduk di bangku kuliah menjadi hilang. Tak menyerah dengan keterbatasan, saya yang hanya memiliki 3 Minggu untuk menyelesaikan enam Kitab Kuliah, dan membereskan pendaftaran ulang agar bisa mengikuti ujian, membuat saya harus mempersingkat waktu istirahat dan tak ada kata main-main.

Pada semester dua lah saya mengejar ketertinggalan dan bisa lebih serius untuk kuliah. Atas karunia Allah, pada pengumuman hasil ujian tahun pertama di Universitas Al Azhar, saya mendapat kan predikat Jayyid Jiddan (bukan nilai yang sedikit).

Saya yakin, semua ini bukan semata-mata usaha saya. Satu hal yang tak pernah saya lepaskan adalah Al Qur'an. Sepadat apapun aktivitas, sebanyak apapun target yang harus dikejar, menjaga hafalan Qur'an tetaplah satu kewajiban yang tak boleh ditinggalkan.

Karena saya telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an sebelum menginjak kan kaki di negeri ini, maka ketika detik-detik ujian tiba, atau bahkan di hari-hari ujian itu, saya tetap merutinkan diri menyetorkan hafalan untuk muraja’ah.

Dan selama satu tahun saya disini, di antara berbagai kesibukan kuliah, dars dan dakwah, Alhamdulillah saya telah memuraja’ah 20 Juz kepada salah satu Syaikh yang memiliki sanad 14 Qiraat.

Manisnya meneguk samudra ilmu bersama para Ulama' dan Masyayikh di Al-Azhar, baik di Kampus maupun di Ruwaq-ruwaq Masjid Azhar membuat saya betah berada di Negeri ini, walaupun banyak sekali tantangan yang harus dihadapi. Krisis Ekonomi Negeri ini menjadikan semua kebutuhan menjadi naik, juga keamanan yang semakin terancam lantaran banyak orang semakin sulit mencari penghidupan.

Sayapun berusaha semaksimal mungkin untuk berhemat, karena saya sadar betapa sulitnya orang tua saya berjuang untuk membiayai pendidikan. Teringat dengan kondisi bapak yang sedang sakit jantung dan bekerja serabutan. Membuat saya ingin segera menuntaskan pendidikan dan membahagiakan kedua orang tua.

'Ala kulli hal, Alhamdulillah 'ala Ni'matil Azhar Asy-Syarif. Saya berharap apapun halangan yang menghadang, menuntut ilmu tak boleh ada kata lelah, puas, dan bosan. Tekad besar saya untuk kejayaan Islam dan Muslimin juga tuk masa depan generasi yang akan datang menjadikan kaki ini tetap melangkah walau harus mengorbankan harta, usia, waktu, dan tenaga untuk berjalan jauh dengan berpeluh keringat bahkan darah.

Untuk meringankan beban keluarga Qonita, BWA mengajak kaum Muslimin terus berdonasi melalui program Indonesia Belajar, Semoga donasi yang Anda berikan menjadi investasi ilmu pahala jariyah ila yaumil qiyamaah aamiin.[]

Biaya yang di Butuhkan

Rp 21.600.000 ( Biaya Pendidikan dan Setahun @1.200.000 )

Partner Lapang

Weli Kurniawan

Para Donatur