Kekurangan Bukanlah Alasan Kahfi untuk Tidak Menuntut Ilmu

Meskipun kondisi ekonomi keluarga serba kekurangan, Muhammad Abdillah Al-Kahfi tetap fokus belajar dan menuntut ilmu setinggi-tingginya.

Muhammad Abdillah Al-Kahfi

Hasilnya, “sejak kelas 1 SD hingga kelas 6 Alhamdulillah saya sering mendapatkan peringkat kelas 1, dan di pesantren pun saya mendapat peringkat 1 di kelas 2,” ujar santri kelas 2 SMP Pesantren Al Husna, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Karena, lanjut Kahfi, bapak selalu berpesan bahwa pentingnya belajar dan menuntut ilmu itu sudah sangat jelas dalam Al-Qur’an Surat Al-Mujadalah ayat 11 yang artinya Allah SWT akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan juga banyak hadits yang menyatakan keutamaan dari menuntut ilmu.

“Pesan dari bapak saya meski saya dari keluarga yang serba kekurangan namun kekurangan bukanlah alasan dalam menuntut ilmu,”  ujar anak kelahiran Bekasi, 9 Juni 2003.

Karena itulah anak pertama dari tiga bersaudara bertekad ingin menjadi ulama dan berdakwah menyiarkan Islam secara kafah. Semenjak di pesantren banyak sekali ilmu agama yang telah dipelajari dan membuatnya semakin tertarik memperdalam agama Islam.

“Oleh karena itu bapak selalu bilang jangan putus asa dalam mencari ilmu walaupun serba kekurangan,” ungkapnya. 

Kahfi menyadari kedua orangtuanya benar-benar membanting tulang agar mendapatkan uang untuk membiayai sekolahnya. Ibunda Winarti (39 tahun), setiap harinya berdagang kue keliling terkadang berjualan di sekitar sekolah SD dengan pendapatan yang tidak begitu besar. Sedangkan ayahanda Narto (43 tahun) berprofesi sebagai penarik becak odong-odong keliling dengan penghasilan perhari sekitar 60 ribu.

Tapi penghasilan kedua warga Kampung Muncang RT 02 RW02 Desa Sindang Mulya  Cibarusah, Bekasi, Jawa Barat, tersebut langsung habis untuk biaya keperluan sehari-hari. Walhasil biaya sekolah Kahfi pun menunggak.

Untuk mengurangi beban keluarga Kahfi, melalui program Indonesia Belajar (IB), Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslimin berdonasi. Sehingga cita-cita Abdillah untuk menjadi ulama tercapai dan kita semua mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

Donasi yang Diperlukan:

Rp  28.400.000,- (Seragam & Buku, SPP dan boarding 12 @ Rp 1.100.000 & Tunggakan PPDB Penerimaan Peserta Didik Baru)

Partner Lapang:

Weli Kurniawan