Distribusikan Es Balok, Sebelum Berangkat Kuliah

Usai shalat shubuh, Ades Zulfikar (18 tahun) langsung bergegas ke penyimpanan es batu di pinggir jalan di dekat rumahnya di Menteng Dalam, Tebet, Jakarta. Dinginnya es balok sudah tidak dirasakan lagi, dengan lincah ia bersama ayahanda Hidayat Taufiq (47 tahun) menggergaji es tersebut menjadi potongan lebih kecil. Lalu, mendistribusikan ke warung di pinggir jalan dan kantin sekolah yang menjadi langganan.

Ades Zulfikar

Ades Zulfikar (18 thn) saat sedang belajar di rumahnya sehabis mengantar Es Balok.

Begitulah kegiatannya sehari-hari  mahasiswa semester tiga Jurusan Humas Fakultas Ilmu Komunikasi IISIP Jakarta dalam membantu  pekerjaan ayahnya sebelum berangkat kuliah.

Bila musim kemarau, warga Jalan Rasamala II, Menteng, Kecamatan Tebet Jakarta dapat menjual sekitar sepuluh balok es. Namun bila musim penghujan, penjualannya menurun drastis termasuk pada musim penghujan 2014. Kalau sudah begitu, jangankan dapat membayar kuliah, untuk makan sehari-hari pun menjadi susah.

Motor satu-satunya, yang digunakan mengantar es balok dan juga kuliah Ades, kerap digunakan ayah di sore hari untuk mengojek. Namun itu juga belum dapat menutupi tunggakan kuliah Ades. Karena sudah habis untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya pendidikan kedua adiknya, M Zulfahri (14 tahun) yang duduk di bangku SMP dan Raisya Syafira Z (11 tahun) yang duduk di bangku SD.

Untuk mengurangi beban Ades, melalui program Indonesia Belajar (IB), Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslimin mendonasikan sebagian hartanya untuk membayar tunggakan biaya kuliahnya di semester tiga sebanyak Rp 3.150.000,- 

Dengan demikian, semoga Allah SWT memberikan kemudahan urusan kita di akhirat kelak lantaran telah mengurangi kesusahan hamba-Nya di dunia ini. Aamiin.[]

Donasi yang dibutuhkan:

Rp 3.150.000,- (biaya kuliah semester tiga)

Partner lapang:

Komariah