Dengan Rubin, Suasana Pembinaan Mahasiswa Unpak Lebih Kondusif

Minimnya ilmu-ilmu agama yang didapatkan mahasiswa di kampus, membuat Muhammad Fuad Abdulllah (28 tahun) berinisiatif membentuk kelompok pembinaan mahasiswa Islam yang berpusat di rumah binaan (rubin) di dekat Universitas Pakuan, Bogor, Jawa Barat.

“Mahasiswa yang kuliah di kampus umum juga berhak mendapatkan pendidikan agama untuk bekal di masa depan, apalagi dengan bekal intelektualitas, mahasiswa juga bisa hebat seperti para ulama,” ungkap mahasiswa pasca sarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang tinggal di Bogor tersebut.

Puluhan mahasiswa yang tersebar di berbagai kampus Kota Bogor berhasil ia ajak untuk mengkaji ilmu-ilmu Islam. Kajian keislaman yang dilakukan selama ini di pelataran-pelataran masjid kampus atau di tempat indekos mahasiswa.

Agar pembinaan lebih efektif dan kondusif mendekati suasana pesantren, ia merencanakan mengadakan rubin. Sebagai rintisan, akan diadakan di sekitar Unpak. Selain membantu meringankan biaya indekos mahasiswa yang kurang mampu, rubin mempermudah dirinya dan juga para ustadz relawan lainnya mengontrol dan mendidik mahasiswa Unpak yang bersedia menjadi santri rubin tersebut.

Adapun pola pembinaan yang akan dibangun setidaknya ada empat.

  1. Membangun budaya literasi di kalangan mahasiswa rubin dengan mengadakan agenda bedah kitab-kitab bermuatan tsaqafah dasar Islam. 2.
  2. Menjadi penjaga Al-Qur'an dengan cara membuat forum rutin tahfidz, tahsin, tasmi' dan tafsir.  3
  3. Membangun budaya enterpreneurship sehingga terlatih untuk memulai dan mengembangkan bisnis.
  4. Mengembangkan potensi diri lainnya terutama di bidang disain, menulis dan public speaking.

“Ada Ustadz Sauqi untuk Ulumul Qur'an, Ustadz Khairul Alam untuk Tahsin, Ustadz Ricky Setyawan dan Ustadz Fuad untuk public speaking dan literasi,” ujar Fuad menyebut ustadz-ustadz yang sudah menyatakan kesediaannya menjadi relawan membina santri rubin.

Rubin dimaksud memiliki ruang pertemuan yang cukup luas yang memuat sekitar 30-an santri dengan memiliki tiga kamar. “Ditargetkan ada sekitar 10-12 mahasiswa yang mondok dengan asumsi satu kamar berisi 3 atau 4 orang,” ujarnya merujuk bakal rubin dekat kampus Unpak.

Untuk terwujudnya rubin tersebut, melalui program Indonesia Belajar (IB), Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslimin berdonasi untuk membayar sewa rubin. Sehingga puluhan mahasiswa terbina dengan ilmu-ilmu Islam sekaligus belasan di antaranya terbantu biaya indekos. Dan semoga kita semua mendapat pahala yang berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

Donasi yang diperlukan:

Rp. 21.500.000  (untuk biaya sewa rubin selama setahun ) 

Mitra Lapang:

Muhammad Fuad Abdulllah