Bantu Meisya Mencapai Cita-citanya Demi Ekonomi Keluarga

Bantu Meisya Mencapai Cita-citanya Demi Ekonomi Keluarga

Sekolah daring di masa pandemi Covid-19 membuat Meisya Maharani (16 tahun) lebih banyak waktu membantu ibunya, Taruni (55 tahun) untuk beres-beres rumah dan berjualan makanan ringan di halaman depan.

Berjualan makanan ringan merupakan sumber utama penghasilan keluara Meisya setelah sang ayah, Ahmad Suwandi, meninggal dunia pada 7 Juni 2019. “Karena memang hanya dari sini pemasukan untuk bisa membiayai semua kebutuhan,” ujar Taruni.

(Meisya)

(Meisya Maharani, 16 tahun)

Sembari menunggu dagangan, siswi kelas X Otomatisi Tata Kelola Perkantoran SMK Muhammadiyah Tebet tetap belajar. Jadi, berjualan tak menganggunya dalam belajar. Tapi justru lebih memproduktifkan waktu.

Ia bertekad untuk terus bersekolah hingga tamat. Bahkan sangat berharap bisa melanjutkan kuliah. Menurutnya, hal itu dilakukan agar dapat bekerja di perkantoran. “Ingin menjadi orang yang sukses dan membanggakan orang tua dan bercita-cita ingin bekerja di perkantoran agar nanti ekeonomi keluarga bisa lebih baik,” ungkap Meisya.

Taruni juga berharap cita-cita Meisya tercapai. Hanya saja penghasilan dari berjualan kerap langsung habis untuk kebutuhan makan sehari-hari dan membayar kontrakan rumah di Jalan Pengadegan Selatan, Pancoran, Jakarta Selatan. Walhasil, iuran bulanan sekolah sering menunggak.

Taruni khawatir Meisya putus sekolah kalau kondisi ekonominya begini terus. Ia kerap berdoa agar Allah memberikan rezeki dengan berbagai jalan yang halal agar biaya sekolah anaknya dapat segera tertutupi.

Melihat kondisi yang menyulitkan ini, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslimin berdonasi melalui program Indonesia Belajar (IB) untuk membantu biaya pendidikan Meisya. Semoga Allah SWT membalasi kebaikan para donatur dengan curahan rahmat berlipat ganda. Aamiin.[]

 

Donasi yang Diperlukan:

Rp.23.816.000                                                    

Mitra Lapangan:

Dadan

 

#BWA #IndonesiaBelajar #IB

Para Donatur