Ahsan Ingin Jadi Penghafal Al Quran

Laporan :

Pertemuan Pertama dengan Ahsan

 

Mari Doakan Ahsan Bisa Meraih Cita-Citanya


Ada kisah menarik yang membuat Ahsan begitu semangat ingin menjadi penghafal Al Qur’an, sebagaimana dituturkan oleh Ibu Sito Insafiah ibunda Ahsan, kepada tim Indonesia Belajar BWA (28/3/2012) di rumah kontrakan mereka Jl. Arus Jati Kampung Koja Jatinegara Kaum Pulo Gadung Jakarta Timur.

Pada suatu ketika, Ahsan dan adiknya menyaksikan berita di TV tentang nasib anak-anak Palestina yang diserang oleh tentara  Israel dengan Tank Baja.  ”Beraninya sama anak kecil, awas nanti akan saya balas” gerutu Ahsan. “Bagaimana caranya Bang, bisa ngebalas tentara Israel ?” sahut Muntas adiknya Ahsan. “Dengan Al-Qur’an”,   jawab Ahsan. “Dengan Al-Qur’an, bagaimana mungkin?, mereka kan pakai  Tank bang! Kata adiknya. “Iya dengan Al-Qur’an, saya akan menghafal Al-Qur’an, di dalam Al-Qur’an kan ada cara membuat Tank”  jawab Ahsan dengan lugunya seorang anak. 

Ahsan memang sudah dikenalkan dengan Islam sejak usia balita, Ibunda Ahsan mengenalkan Islam kepada anak-anaknya dengan cara menceritakan kisah-kisah para sahabat Rasul dan para pejuang Islam, misalnya kisah tentang Kholid Bin Walid, Salahuddin Al Ayyubi, Muhammad Al Fatih dan lain sebagainya.

Ahsan memang anak yang istimewa selain memiliki keunggulan dalam pelajaran matematika dan kuatnya hafalan Al Quran.  Ia juga seorang yang lembut perasaannya, terbukti ketika  Ibunda Ahsan bercerita tentang kisah Kholid Bin Walid, Ahsan sampai meneteskan air mata, pada saat  kisah   itu  hampir sampai di penghujung  cerita, yaitu kisah wafatnya Kholid Bin Walid. Ibunya bertanya, mengapa Ahsan menangis? “Saya sedih bu, Kholid Bin Walid bercita-cita ingin mati syahid di medan tempur, tapi ternyata beliau wafat di pembaringan”, jawab Ahsan.     

Setelah sekitar dua jam berkunjung ke keluarga Ahsan, yang disambut hangat oleh orang tua Ahsan yaitu bapak Saleh Wagino dan ibu Sito Insafiah, kemudian tim Indonesia Belajar berpamitan untuk melanjutkan perjalanan menuju Pondok Pesantren Mush’ab Bin Umair, Cibitung, Bekasi. 

Kehadiran kami disambut dengan gembira oleh bapak Luqman Hakim selaku ketua Pondok Pesantren Mush’ab Bin Umair.  Disana kami  ingin menunaikan amanah dari para wakif dan donatur melalui Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) untuk menyampaikan dana pendidikan Ahsan selama 1 tahun sebesar Rp. 7,800,000,00 (Tujuh Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah). Dana tersebut diterima langsung oleh Pak Agung selaku Bendahara Pesantren, yang disaksikan oleh ketua Pesantren Mush’ab Bin Umair yaitu bapak Luqman Hakim, SP. 

 

Mudah-mudahan dana ini bisa membantu keluarga Ahsan yang sedang dalan kesulitan ekonomi dan bermanfaat bagi Ahsan yang ingin menjadi pejuang Islam yang hafidz Al Qur’an,  Aamiin! 

Donasi untuk membantu Ahsan; 

Rp. 7.800.000 (Tujuh Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)