Mengajari anak dengan kisah-kisah yang benar.

  • 2017-09-28 13:16:39

Teringat masa-masa kecil dan beberapa teman kecilku di masa lalu. Sungguh dunia anak kecil itu penuh canda dan tawa. Tidak pernah terpikirkan oleh ku merenung sejenak untuk apa kita hidup, mau apa kita dilahirkan di dunia ini, lalu mau kemana setelah kita mati nanti....?

Sering kali agar senang, kami dinina bobokan dengan dongeng si Kancil nyolong timun, si Kancil dengan Buaya, yang menggambarkan betapa licik dan cerdiknya si Kancil, tanpa memperhatikan benar atau salah, tanpa disadari dongeng-dongeng tersebut membekas dalam benakku setelah dewasa. Betapa hebatnya ketika aku menghadapi berbagai masalah lalu menyelesaikannya sebagaimana dongeng si Kancil mencuri ketimun, atau si Kancil dengan buaya, serba membenarkan tipu daya yang dilakukannya.

Ketika orang tua menginginkan anak-anak lelakinya menjadi anak lelaki yang gagah berani maka orang tua sering menceritakan kisah Arjuna, Bima, Gatutkaca dalam pewayangan. Bahkan tidak sedikit orang tua yang memberikan film-film tokoh kenamaan seperti, capten America, Kura-kura Ninja, Power Rangers, Batman, Superman, dan masih banyak lagi. Harapannya anak lelakinya memiliki jiwa ksatria, jujur, berani dan tanggung jawab. Pertanyaannya, apakah cerita tersebut dapat dibuktikan kebenaran akan cerita tersebut? Bisa menjadi contoh keteladanan bagi anak-anak kelak?

Ada juga orang tua yang mengharapkan anak perempuannya tumbuh menjadi gadis yang cantik jelita nan cerdas dan memiliki kepribadian yang baik, maka diceritakan kisah Cinderela, Putri Malu, Bawang Merah Bawang Putih, Angsa Putih, Ini merupakan kesalahan yang fatal. Kenapa dikatakan Fatal? Karena mendidik anak itu tidak bisa dimulai dengan cerita fiksi.

Oleh sebab itu jangan ceritakan anak perempuanmu dengan kisah Putri salju, dan lai sebagainya kisah fiksi anak-anak perempuan saat ini, tetapi ceritakanlah kisah Maryam Ibunda Nabi Isa as, wanita yang mulia lagi terhormat yang senantiasa menjaga kesuciannya.

Jika saat ini kau punya anak perempuan, maka jangan pernah berikan ia dongeng cinderela... Tetapi berikanlah ia kisah Khadijah yang menjadi wanita suci hingga ia disandingkan dengan lelaki paling mulia di muka bumi ini yaitu Nabi Muhammad Rasulullah Shalallahu’alaihi wa salam.

Berikanlah cerita yang bukan dongeng semata terlihat indah diawal, menyenangkan di depan, namun justru merusak jiwa dan ruh generasi kita.

Jangan berikan dongeng malin kundang yang durhaka pada ibundanya...tetapi berikanlah ia kisah Uwais Al-qQorni yang sangat setia berbakti kepada ibundanya bahkan hingga akhir hayat sang bunda tercinta...

Jangan berikan dongeng si kancil yang licik, karena si kancil menggambarkan selalu melakukan dosa dan dusta, hal ini dianggap lucu dan biasa.... tetap[i berikanlah ia kisah Mahmud Gajah Abrahah yang menolak untuk menghancurkan Ka’bah karena ia takut pada Tuhannya....

Gantilah dongeng arjuna yang (katanya) rupawan dengan kisah Nabi Yusuf Alaihissalam yang paling tampan dan rupawan...

Gantilah dongeng kura-kura dengan semut ibrahim.... Gantikanlah deongeng bangau dengan gagak dalam kisah Qobil dan Habil... Gantilah...Gantilah dan gantilah... Gantilah dongeng itu dengan kisah...

Jangan berikan ia dongeng Ramayana yang menyesatkan akidah... Namun berilah ia kisah Bilal bin Rabbah yang memperjuangkan keimanannya biarpun maut taruhannya...

Jangan memulai harinya dengan sebuah kebohongan, karena  dongeng adalah kebohongan yang direkayasa manusia... Mulailah harinya dengan kejujuran yaitu dengan berkisah, kisah nyata bukan rekayasa...

Ada sosok Rasulullah yang mulia, yang kisahnya memiliki ribuan hikmah... yang membaca setiap lembar kisahnya akan memberikan pelajaran bagi kita... karena Rasulullah adalah uswah (teladan) yang baik dan Rasulullah adalah Al-Qur’an yang berjalan...

Jaga dan selamatkan akidah mereka selagi engkau ada disampingnya...

 

Studio Indonesia Belajar BWA

(Diambil dari tulisan Ambi Ummu Salman)

  • Share Via: