Yuk kenali lebih dalam tentang Blackbox

  • 2021-02-02 14:05:15

Biasanya jika ada kecelakaan pesawat terbang yang pertama kali akan dicari adalah Black Box atau kotak hitam. Bukan tanpa alasan karena ternyata benda ini menyimpan berjuta misteri yang bisa diungkap ketika diteliti.Tidak heran jika saat ada kejadian pesawat jatuh atau pesawat kecelakaan kemudian akan ada team yang khusus mencari black box untuk membongkar apa yang sebenarnya terjadi dan apa penyebab pesawat tersebut bisa sampai jatuh atau kecelakaan.

Black box merupakan istilah umum yang digunakan dalam industri penerbangan sebagai electronic flight data recorder atau perekam data penerbangan elektronik. Benda ini ditemukan oleh ilmuwan Australia bernama Dr. David Warren tahun 1950-an. Penemuan black box dilatarbelakangi oleh kematian ayah David Warren karena kecelakaan pesawat. Ayahnya bernama Rev Hubert Warren. Pada 19 Oktober 1934, ayah Warren menjadi penumpang sebuah pesawat bersama seorang bayi laki-laki, 3 wanita, dan 7 laki-laki. Akan tetapi, pesawat yang ditumpangi ayah David tiba-tiba hilang. Pesawat bernama Miss Hobart tersebut hilang jejak di daerah antara Launceston dan Melbourne. Otoritas Penerbangan Sipil Australia melakukan pencarian, namun tidak membuahkan hasil. Kejadian tersebut ditetapkan sebagai kecelakaan pesawat pertama di Australia. Semua penumpang dinyatakan tidak selamat. Sebelum berpisah, David sempat dihadiahi seperangkat radio kristal oleh ayahnya. Hadiah itu menjadi awal kecintaannya pada dunia sains, yang pada kemudian hari membawanya menjadi penemu alat yang menyelamatkan banyak nyawa.

Unit demonstrasi black box pertama diproduksi pada tahun 1957. Tahun 1960 Australia menjadi negara pertama yang mewajibkan penggunaan black box untuk penerbangan komersial, setelah tragedi kecelakaan pesawat di Queensland. Rancangan black box ciptaan David awalnya menggunakan kawat baja, yang mampu menyimpan percakapan pilot selama empat jam serta pembacaan instrumen. Kini, alat tersebut berwarna oranye dan dikembangkan menggunakan bahan dari titanium atau baja tahan karat dua lapisan.

Black box pada dasarnya adalah hard drive yang diperkuat dan berfungsi untuk merekam segala sesuatu mengenai riwayat suatu penerbangan. Dilansir dari FlightRadar24, yang disebut black box adalah Cockpit Voice Recorder (CVR), Flight Data Recorder (FDR), atau kombinasi keduanya seperti yang dimiliki pesawat modern.

CVR merekam dan menyimpan sinyal audio di dalam kokpit, termasuk rekaman percakapan pilot, diskusi awak, pengumuman ke penumpang, transmisi radio, suara mesin, hingga alarm otomatis.

CVR secara otomatis akan menghapus data audio lebih dari dua jam sejak penerbangan terakhir. Sementara FDR merekam beragam data tentang semua aspek pesawat saat terbang. FDR dapat menyimpan data penerbangan sampai 25 jam. Data yang direkam FDR mencangkup sekitar 700 parameter berbeda, termasuk kondisi sayap, autopilot, pengukur bahan bakar, ketinggian pesawat, kecepatan udara, hingga arah pesawat.

Black box harus bisa bertahan dalam setiap kondisi terburuk sekalipun. Hal ini tentunya untuk melindungi data yang terekam dalam black box hingga dapat dievakuasi. Maka dari itu, black box dirancang sedemikian rupa dan melewati serangkaian uji ketahanan.

Dilansir dari DW, black box diuji dengan ditabrakan ke dinding beton pada kecepatan 750 kilometer per jam. Benda ini juga harus menahan beban seberat 2,25 ton setidaknya selama lima menit, tahan air, dan tahan tekanan air hingga 6.000 meter dibawah permukaan. Untuk pengujian suhu, black box harus bisa bertahan pada suhu 1.100° C selama satu jam dan 260°C selama 10 jam.

Black box dilengkapi perangkat yang dikenal sebagai Underwater Locator Beacon (ULB). Setelah perekam bersentuhan dengan air, perangkat akan aktif dan dapat mengirimkan sinyal dari kedalaman 14.000 kaki. Fungsi dari alat ini yakni membantu menemukan black box setelah kecelakaan pesawat yang terjadi di laut.

Black box yang sudah sampai di lab akan langsung dibuka dan data-datanya akan langsung diunduh. Jika FDR tidak mengalami kerusakan, investigator bisa dengan mudah memutarnya.

Investigator sendiri terdiri dari perwakilan dari pihak pesawat dan juga pihak produsen pesawat, serta spesialis bahasa atau bahkan penerjemah. Proses ini memakan waktu hingga mingguan bahkan bulanan untuk sepenuhnya komplit.

Sejujurnya tidak pernah ada yang mau memeriksa black box, karena di dalam rekamannya terdapat percakapan yang menjelaskan detik-detik terakhir dari kecelakaan pesawat tersebut. Menurut beberapa investigator yang telah membuka black box, suara yang didengar pada saat-saat terakhir itu mampu membuat semua orang yang mendengarkannya terdiam bahkan shock beberapa saat. Semoga saja pembukaan black box tidak perlu terjadi lagi.

Wallahu a’lam

Semoga Bermanfaat

(Disarikan dari berbagai sumber)

https://www.indonesiabelajar.org/project/all/paging/1

  • Bagikan Via: